Porsi free float hanya 7,9%, EDGE mantap putuskan delisting

Selasa, 17 Maret 2026

image

JAKARTA - PT Indointernet Tbk (EDGE) mengungkap detail rencana perubahan status menjadi perusahaan tertutup (go private) dan menghapus pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

IDNFinancials.com sebelumnya telah melaporkan rencana EDGE untuk menghapus sahamnya dari BEI pada awal Februari lalu, setelah Perseroan mengajukan suspensi saham pada pihak BEI.

Namun, sebelum resmi delisting dari pasar modal Indonesia, Perseroan harus terlebih dahulu meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Independen pada 22 April 2026 mendatang.

Jika Perseroan mendapatkan persetujuan dari RUPSLB Independen tersebut, penawaran tender sukarela untuk membeli saham publik akan dilakukan oleh pengendali EDGE, yaitu Digital Edge (Hong Kong) Ltd.

EDGE memang merupakan bagian dari ekosistem Digital Edge, yang merupakan mitra dan investor strategis Perseroan sejak debutnya di pasar modal Indonesia pada 2021 lalu.

Namun, menurut manajemen, terdapat perubahan strategi dalam grup Digital Edge, yang membuat kegiatan usaha EDGE akan ditopang oleh grup usaha tersebut, dan tak lagi memerlukan pendanaan publik.

Selain itu, perseroan ingin fokus mengelola portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas pasar. Aktivitas perdagangan saham EDGE di BEI juga dinilai tidak likuid.

Oleh karena itu, manajemen memutuskan untuk menghapus sahamnya dari papan bursa, dan memberikan kesempatan untuk pemegang saham melepas porsinya dengan harga penawaran yang akan ditetapkan kemudian.

“Harga penawaran akan berada di atas rata-rata tertinggi harga saham selama 90 hari perdagangan terakhir sebelum pengumuman RUPSLB,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Selasa (17/3).

Meski masih menunggu persetujuan RUPSLB Independen, masa penawaran tender sukarela diproyeksikan akan dimulai pada 19 Mei hingga 18 Juni 2026, dengan batas akhir pembayaran penawaran tender pada 30 Juni 2026.

Pemegang saham publik yang tidak mengikuti penawaran tender tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup. Namun, saham tersebut tidak lagi dapat diperdagangkan di BEI.

Sebagai catatan, porsi free float EDGE memang berada di level yang cukup rendah. Per Februari 2026, EDGE mencatatkan saham publik dengan kepemilikan di bawah 5% mencapai 159,5 juta saham atau hanya setara 7,90% dari total saham perseroan. (DH/ZH)