Ini tujuan ekspor sarang burung walet RLCO, mulai dari AS hingga China
Selasa, 25 November 2025

JAKARTA – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), calon emiten yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) Desember mendatang, mencantumkan dua pelanggan utama ekspor sarang burung waletnya.
Mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 47,56% hingga Mei 2025 lalu, RLCO mengatribusikan pertumbuhan ini pada permintaan sarang burung walet dari perusahaan TJ Seven Incorporation.
“[Peningkatan penjualan] terjadi karena adanya kenaikan permintaan sarang burung walet dari TJ Seven Incorporation dan seiring dengan kenaikan kuota ekspor di tahun 2025,” ujar manajemen RLCO dalam prospektus.
TJ Seven Incorporation memang tercatat menyumbang pendapatan Rp108,6 miliar hingga Mei 2025, atau setara 47% dari total pendapatan RLCO sepanjang lima bulan pertama 2025 sebesar Rp231,3 miliar.
Pada tahun 2024, perusahaan ini juga mencatatkan kontribusi pendapatan Rp125,9 miliar, atau setara 24% pendapatan RLCO tahun lalu.
Berdasarkan laman resminya, TJ Seven Incorporation awalnya berdiri di Indonesia pada tahun 1986, sebelum akhirnya resmi mendistribusikan sarang burung walet produksi Indonesia di Amerika Serikat (AS) pada 1998 dengan merek Pure Nest dan Crystal Nest.
Selain TJ Seven Incorporation, Perseroan juga mencatatkan tujuan ekspor ke Guangzhou Tianjian Trading Co., Ltd. asal China dengan total kontribusi pendapatan hingga Mei 2025 sebesar Rp71,3 miliar – atau 31% dari total pendapatan RLCO.
Berdasarkan prospektus IPO RLCO, sarang burung walet memang masih menjadi penopang pendapatan Perseroan hingga Mei 2025, dengan kontribusi Rp204,7 miliar atau setara dengan 88,5% pendapatannya.
Selain sarang burung walet, RLCO mencatat penjualan produk konsumen sebesar Rp26,7 miliar hingga Mei 2025.
Dengan lonjakan pendapatan tersebut, laba bersih RLCO per Mei 2025 turut meroket hingga 579,40% menjadi Rp12,4 miliar. Pada tahun 2024 pun, labanya naik 26,8% menjadi Rp9,6 miliar.
Seperti diberitakan IDNFinancials.com, RLCO akan melangsungkan debutnya di pasar modal dengan menawarkan 625 juta saham bernominal Rp50—atau setara dengan 20% modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Harga penawaran berkisar diantara Rp150 – Rp168 pada masa penawaran awal (bookbuilding), dengan proyeksi dana segar Rp105 miliar dari IPO-nya.
Berikut adalah detail proyeksi jadwal IPO RLCO:
(ZH)