BYD bisa charge 5 menit, ancaman besar bagi Tesla?
Rabu, 18 Maret 2026

JAKARTA - Pengisian daya mobil listrik yang memakan waktu lama selama ini menjadi salah satu keluhan utama pengguna.Namun, situasi itu berpotensi berubah setelah BYD meluncurkan Blade Battery 2.0 bersama teknologi Flash Charging.Seperti dikutip Fool, melalui inovasi ini, BYD mengklaim kendaraan listriknya dapat diisi dari 10% ke 70% hanya dalam sekitar lima menit, serta dari 20% hingga 97% dalam waktu sekitar 12 menit.Kemampuan ini dinilai bisa menjadi lompatan besar dalam industri kendaraan listrik. Meski begitu, dampaknya terhadap Tesla diperkirakan belum terasa dalam waktu dekat.Keduanya juga tidak bersaing langsung di pasar Amerika Serikat akibat tingginya tarif untuk mobil listrik asal China.Dalam hal strategi, Tesla mengembangkan baterai dengan pendekatan berbeda. Selain produksi internal, perusahaan juga menggandeng pemasok eksternal, termasuk BYD. Sementara itu, BYD sepenuhnya mengandalkan baterai produksinya sendiri untuk seluruh lini kendaraan.Dari sisi kinerja, baterai Tesla dikenal unggul dalam daya tahan dan jarak tempuh. Namun, waktu pengisian dayanya masih berada di kisaran 20–25 menit, lebih lama dibanding teknologi terbaru BYD.Di sisi lain, pengembangan teknologi BYD masih menghadapi tantangan besar, terutama dari segi infrastruktur. Jaringan pengisian ultra-cepat yang mendukung teknologi ini saat ini baru berkembang di China dan masih terbatas di pasar global.Dengan kondisi tersebut, ancaman BYD terhadap Tesla dinilai belum terlalu signifikan dalam jangka pendek.Justru, tekanan bagi Tesla lebih banyak berasal dari faktor internal, termasuk strategi produk dan fokus manajemen di bawah kepemimpinan Elon Musk.Secara keseluruhan, inovasi BYD memang menjanjikan dan berpotensi memperkuat posisinya di pasar global.Namun, dampaknya terhadap peta persaingan industri kendaraan listrik masih akan membutuhkan waktu. (DK)