Selat Hormuz tersendat, harga minyak tembus level tertinggi 3,5 tahun
Rabu, 18 Maret 2026

TEHERAN - Harga minyak global ditutup di level tertinggi dalam lebih dari tiga setengah tahun pada Selasa, dipicu terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz serta meningkatnya ketegangan geopolitik.Kenaikan terjadi saat sejumlah negara tidak merespons ajakan Amerika Serikat untuk membantu mengamankan jalur strategis tersebut, yang menjadi rute utama distribusi minyak mentah dan komoditas penting dunia.Seperti dikutip Marketwatch, minyak Brent kontrak Mei naik 3,2% ke US$103,42 per barel, tertinggi sejak Agustus 2022 dan melonjak hampir 43% sepanjang bulan ini.Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak April menguat 2,9% ke US$96,21 per barel, setelah sebelumnya sempat melemah.Pelaku pasar menghadapi ketidakpastian tinggi akibat kombinasi arus pengiriman yang terbatas, data yang belum lengkap, serta dinamika politik yang cepat berubah.Meski Iran menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka, pergerakan kapal masih terbatas.Dalam tiga hari terakhir, hanya sekitar 15 kapal yang tercatat melintas, termasuk lima kapal tanker.Kondisi ini dinilai bukan blokade penuh, melainkan gangguan terbatas yang masih memungkinkan sebagian pasokan minyak tetap mengalir, khususnya ke negara-negara besar seperti China dan India.Namun demikian, situasi di kawasan Timur Tengah masih rapuh.Selama aliran pasokan belum sepenuhnya normal, harga minyak diperkirakan tetap tinggi seiring ketidakpastian global yang berlanjut. (DK)