Lepas 4.451 bitcoin, Cango percepat transformasi ke bisnis AI
Rabu, 18 Maret 2026

JAKARTA - Perusahaan penambang kripto Cango mulai melepas cadangan bitcoinnya sebagai bagian dari strategi baru untuk memperbaiki keuangan dan beralih ke bisnis kecerdasan buatan (AI).Sepanjang 2025, Cango mencatat pendapatan sebesar US$688,1 juta, namun membukukan kerugian bersih hingga US$452,8 juta.Dilansir dari Coindesk, pada Februari 2026, perusahaan menjual 4.451 BTC untuk mengurangi utang sekaligus mendanai transformasi ke infrastruktur AI.Sebagian besar pendapatan tahun lalu berasal dari bisnis penambangan bitcoin, mencapai US$675,5 juta, dengan total produksi 6.594 BTC.Meski demikian, profitabilitas tertekan akibat biaya produksi tinggi, mencapai sekitar US$97.000 per bitcoin, serta kerugian nilai aset dan biaya penurunan nilai mesin tambang.Langkah penjualan bitcoin ini menandai perubahan strategi. Jika sebelumnya mengakumulasi aset kripto, kini Cango mulai memanfaatkannya sebagai sumber likuiditas untuk memperkuat neraca dan mendukung ekspansi bisnis baru.CEO Paul Yu menyatakan perusahaan tengah mempercepat transformasi menjadi penyedia infrastruktur AI.Platform EcoHash yang dikembangkan disebut akan menghadirkan solusi komputasi AI yang fleksibel dan efisien biaya.Sementara itu, CFO Michael Zhang menegaskan kerugian besar yang terjadi sebagian dipicu biaya transformasi yang bersifat sementara, seiring upaya perusahaan mengamankan pendanaan untuk investasi AI.Langkah Cango ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri, di mana perusahaan tambang kripto mulai menjual cadangan bitcoin untuk membiayai ekspansi ke sektor AI.Hal ini dipicu menurunnya margin penambangan dan meningkatnya permintaan terhadap komputasi berkinerja tinggi.Saham Cango saat ini diperdagangkan di kisaran US$0,68, turun sekitar 43% dalam tiga bulan terakhir. (DK)