Indeks Wall Stret naik terbatas jelang FOMC, brent melemah

Rabu, 18 Maret 2026

image

JAKARTA – Sejumlah indeks acuan saham di Amerika Serikat (AS) menguat terbatas pada perdagangan Selasa (17/3) kemarin, di tengah kekhawatiran terhadap harga minyak mentah dan inflasi.

Nasdaq Composite memimpin dengan kenaikan 0,47%, disusul S&P 500 yang menguat 0,25% dan Dow Jones Industrial Average yang naik tipis 0,10%.

Market Analyst Forex.com, Fawad Razaqzada, mengatakan persepsi pasar saat ini berusaha mengabaikan tensi antara AS dan Iran. “Namun pasar tetap tidak terbawa suasana. Jika konflik berlanjut, risikonya akan jauh lebih berat bagi pasar saham,” jelas Razaqzada, dikutip Bloomberg.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah menanti hasil pertemuan Federal Open Market Commitee (FOMC) yang akan diumumkan oleh Federal Reserve pada Rabu (18/3) waktu setempat.

Bersamaan dengan penantian arah kebijakan moneter tersebut, indeks dolar AS (DXY) turun 0,2%. Penurunan ini memberi ruang penguatan sejumlah mata uang global seperti euro yang naik 0,3% ke US$1,1540 dan poundsterling 0,3% ke US$1.3358.

Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI turun 0,83% ke US$95,41 per barel dan brent naik 3,20% ke US$103,42 per barel.

Sedangkan harga emas di pasar spot dibuka melemah 0,10% dan bertahan di level US$5.000,45 per troi ons pada pembukaan sesi Asia hari ini. Harga perak turun 0,91% ke level US$79,14 per troi ons dan tembaga stagnan di US$576,7 per pon.

Pada perdagangan Selasa (17/3) kemarin, mayoritas indeks utama bagi pasar saham Asia bergerak variatif. Nikkei 226 turun 0,09% dan Shanghai Composite turun 0,85%, sementara KOSPI naik 1,63% dan Hang Seng naik 0,13%. (KR)