Xi telepon Trump: Bekerja sama atau sama-sama rugi

Selasa, 25 November 2025

image

JAKARTA - Presiden China Xi Jinping melakukan pembicaraan lewat sambungan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, menurut unggahan akun X (Twitter) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning.

Menurut Mao Ning, dalam percakapan tersebut, Xi menilai hubungan China-AS pasca pertemuan di Busan menunjukkan perkembangan stabil dan positif. Mao Ning dalam unggahannya menyebutkan bahwa tren tersebut disambut baik oleh kedua negara serta komunitas internasional yang lebih luas.

Xi menegaskan bahwa kerja sama antara China dan AS menguntungkan kedua belah pihak, sementara konfrontasi justru merugikan. “Visi tentang China dan AS yang saling membantu meraih keberhasilan serta makmur bersama merupakan prospek nyata yang dapat dicapai,” ujar Xi.

Ia mendorong kedua negara terus menjaga momentum dan bergerak ke arah yang benar berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan. Xi berharap daftar kerja sama semakin panjang dan daftar persoalan dapat dipangkas untuk manfaat rakyat kedua negara dan dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Xi juga menegaskan posisi prinsip Beijing terkait Taiwan. Ia menyatakan bahwa “kembalinya Taiwan ke China merupakan bagian integral dari tatanan internasional pasca-perang.”

Xi kemudian mengingatkan sejarah ketika China dan AS pernah bertempur bersama melawan fasisme dan militerisme. “Mengingat apa yang sedang terjadi, semakin penting bagi kita untuk bersama-sama menjaga kemenangan Perang Dunia II,” tegasnya.(DH)