Segmen pakan jadi penopang, laba CPN melonjak 52% ke Rp5,6 triliun
Rabu, 18 Maret 2026

JAKARTA - PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp5,6 triliun, meningkat 52% dari Rp3,7 triliun pada 2024.
Sejalan dengan itu, Earning Per Share (EPS) CPIN tercatat Rp344.
Berdasarkan Laporan Keuangan 2025, penjualan perseroan tercatat naik 4,78% secara tahunan menjadi Rp70,70 triliun.
Menurut Perseroan, kenaikan penjualan bersih utamanya didorong pertumbuhan segmen pakan (feed) hingga 27,6% menjadi Rp21 triliun. Segmen ini merupakan kontributor terbesar kedua penjualan CPIN.
Namun, penjualan ayam pedaging, kontributor utama pendapatan CPIN, justru turun 3,7% menjadi Rp34 triliun, diikuti segmen ayam olahan yang mencatatkan pendapatan Rp10,9 triliun, juga turun 8,46%.
Sebaliknya, segmen anak ayam usia sehari (DOC) tumbuh 38% menjadi Rp3,5 triliun, sedangkan segmen lainnya meningkat tipis 2,4% menjadi Rp1,3 triliun.
Secara geografis, penjualan domestik bertumbuh 4,7% menjadi Rp70,43 triliun. Meski porsinya kecil, namun penjualan luar negeri tercatat berhasil melesat 16,1% menjadi Rp272,57 miliar.
Sementara itu, beban pokok penjualan naik 2,1% menjadi Rp58,3 triliun, sejalan dengan peningkatan penjualan. Hal ini membuat margin laba kotor CPIN naik menjadi 17,6%, sedangkan margin laba bersih melambung menjadi nyaris 8%.
Dari sisi neraca, total aset CPIN sepanjang tahun 2025 bertambah 7,2%, kini mencapai Rp45,85 triliun. Total liabilitas turun 6,36% menjadi Rp11,70 triliun, sementara ekuitas meningkat 12,75% menjadi Rp34,15 triliun. (DH/ZH)