Bursa Asia menguat jelang rapat The Fed, IHSG tutup hingga pekan depan
Rabu, 18 Maret 2026

JAKARTA – Sejumlah indeks saham di kawasan emerging Asia menguat serentak pada perdagangan Rabu (18/3) hari ini, meskipun investor tengah menanti hasil pertemuan Federal Reserve atau The Fed.
Indeks KOSPI memimpin dengan kenaikan 5,04%, disusul TWSE yang menguat 1,51%, dan KLCI Malaysia 1,10%.
Kontrak berjangka untuk S&P 500 pun mencatat kenaikan 0,5% di saat harga minyak mentah brent turun tipis 0,10% di bawah US$103 per barel.
Head of EMEA Trading di TD Cowen, Carl Dooley, menyebut pelaku pasar dalam beberapa pekan terakhir tengah berusaha melindungi portofolionya, di tengah reli harga minyak.
“Namun dengan lonjakan yang mulai melandai dan bahkan koreksi, serta volatilitas pada harga komoditas yang mulai reda, pasar saham mulai menemukan area dasarnya,” jelas Dooley, dikutip Bloomberg.
Di pasar valuta asing, mata uang negara emerging Asia bererak campuran terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupee India, won Korea, baht Thailand kompak melemah terhadap dolar AS.
Sementara ringgit Malaysia, yen China, dan peso Filipina bergerak menguat terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah menguat 0,35% dan bertahan di level US$16.937 per dolar AS, setelah sempat tembus di atas Rp17.000 pada Selasa (17/3) kemarin.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI turun 1,63% ke level US$94,75 per barel. Komoditas logam mulia seperti emas melemah 0,22% dan berada di bawah US$5.000 per troi ons di pasar spot.
Sebagai catatan, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (18/3) hari ini mulai memasuki libur cuti bersama hari suci Nyepi, serta akan berlanjut dengan cuti bersama Idul Fitri 2026 hingga akhir pekan.
Perdagangan saham di BEI akan kembali dibuka pada Rabu, 25 Maret 2026 mendatang. (KR)