Harga emas turun di bawah US$5.000 per troi ons, inflasi AS meningkat
Kamis, 19 Maret 2026

NEW YORK - Harga emas terus tertekan setelah kehilangan level psikologis US$5.000 per troi ons.Seperti dikutip Kitco, tekanan jual yang sudah terjadi sejak sebelumnya kini semakin kuat seiring meningkatnya inflasi di Amerika Serikat.Data terbaru menunjukkan inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI) naik 0,7% pada Februari, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 0,3%.Kenaikan ini juga melampaui angka Januari yang tercatat 0,3%, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.Secara tahunan, inflasi produsen melonjak 3,4%, menjadi kenaikan terbesar sejak Februari 2025.Sementara itu, PPI inti, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, naik 0,5% pada Februari, juga di atas ekspektasi sebesar 0,3%.Dalam 12 bulan terakhir, inflasi inti tercatat naik 3,5%, sedikit di bawah proyeksi ekonom sebesar 3,7%.Sebelum rilis data ini, harga emas memang sudah berada dalam tekanan. Namun setelah laporan inflasi dirilis, tekanan jual semakin meningkat.Harga emas spot terakhir tercatat di US$4.883,20 per ons, turun lebih dari 2% dalam sehari.PPI sendiri dianggap sebagai indikator awal inflasi, karena mencerminkan kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya diteruskan ke konsumen.Data ini muncul di saat yang kurang tepat, ketika bank sentral AS, Federal Reserve, tengah menyelesaikan pertemuan kebijakan moneternya.Pasar sebelumnya memperkirakan suku bunga belum akan diturunkan hingga musim panas, namun lonjakan inflasi ini bisa membuat kebijakan tetap ketat lebih lama.Para ekonom juga mencatat bahwa kenaikan tajam PPI terjadi sebelum konflik antara AS dan Israel dengan Iran yang mendorong lonjakan harga minyak dan memperparah gangguan rantai pasok global, khususnya di kawasan Timur Tengah. (DK)