Studio animasi Rusia diduga jadi kedok operasi senjata Iran

Kamis, 19 Maret 2026

image

TEHERAN - Intelijen Iran diduga memanfaatkan studio animasi anak-anak di Rusia sebagai kedok untuk perdagangan senjata dan penyelundupan gandum curian dari Ukraina.Temuan ini terungkap dalam investigasi proyek Systema yang mengutip dokumen bocoran FSB serta laporan otoritas Amerika Serikat.Seperti dikutip Militarnyi, tokoh kunci dalam skema ini adalah Sohrab Ghayrat, pimpinan Sky Frame Studio.Perusahaan tersebut dikenal memproduksi serial animasi populer seperti “Jingliks”, “Barboskins”, dan “Dolphin Boy” yang tayang di platform besar seperti Netflix dan Apple TV.Namun di balik aktivitas resminya, Ghayrat bersama saudaranya diduga terlibat dalam pembelian senjata Rusia untuk pemberontak Houthi di Yaman, serta mengatur pengiriman gandum dari wilayah Krimea yang diduduki ke negara-negara Timur Tengah.Koneksi dengan intelijen Iran disebut dijembatani oleh Arash Doroudi, mantan kepala Sky Frame Studio.Ia juga mengelola Safir Animation yang berlokasi dekat bagian ilmiah dan industri Kedutaan Besar Iran di Moskow, alamat yang pernah ia cantumkan sebagai tempat kerja pada 2020.Investigasi menyebut Doroudi telah bekerja sama dengan pihak kedutaan sejak awal 2010-an dan kerap terlibat dalam delegasi resmi.Bahkan sejak 2000-an, ia dilaporkan pernah mencoba mengekspor giroskop militer secara ilegal dari Rusia.Dalam beberapa tahun terakhir, Doroudi juga menghadiri pameran udara untuk mengumpulkan informasi teknologi militer terbaru dengan menyamar sebagai pengusaha sipil.Pada April 2025, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadapnya. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa layanan streaming Barat mungkin tanpa sengaja ikut mendanai kelompok proksi Iran.Pembelian hak siar konten animasi dari Sky Frame Studio disebut mengalirkan dana ke entitas yang dikendalikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps.Dokumen internal FSB yang bocor pada Januari 2025 turut mengungkap daftar agen intelijen Iran yang beroperasi dengan kedok diplomatik di Moskow, termasuk Doroudi. Ia disebut berperan sebagai pembeli akhir berbagai barang “dual-use” untuk Pusat Kemajuan dan Pembangunan di bawah pemerintahan presiden Iran.Dengan demikian, bisnis animasi diduga menjadi kedok ideal untuk aktivitas spionase teknologi dan penghindaran sanksi internasional. (DK)