Shell prediksi permintaan LNG global naik 54% hingga 2040
Kamis, 19 Maret 2026
LONDON - Permintaan global untuk gas alam cair (LNG) diperkirakan meningkat 54-68% pada 2040 dan 45-85% pada 2050 dari 422 juta ton pada 2025.Seperti dikutip Reuters, hal ini didorong oleh meningkatnya konsumsi di Asia, menurut Shell, pedagang LNG terbesar dunia.Tahun lalu, Shell memperkirakan permintaan LNG global akan mencapai 630-718 juta ton per tahun pada 2040.Kini, perusahaan mempersempit perkiraan 2040 menjadi 650-710 juta ton dan memperpanjang proyeksi hingga 2050 menjadi 610-780 juta ton per tahun.Shell berencana menumbuhkan penjualan LNG sebesar 4-5% per tahun.Shell menekankan bahwa angka ini masih belum final, mengingat konflik Iran yang mengganggu perdagangan minyak dan LNG.Pada Rapat Umum Tahunan Shell 2025, investor aktivis iklim ACCR bersama pemegang saham dengan aset gabungan US$86 miliar mendapatkan sekitar 21% dukungan atas resolusi yang mempertanyakan proyeksi permintaan LNG Shell.Mereka meminta Shell menjelaskan bagaimana asumsi pertumbuhan LNG sejalan dengan permintaan energi global dan rencana net zero 2050.Shell menegaskan strategi LNG-nya, menyebut gas superdingin itu sebagai bahan bakar penting untuk menyeimbangkan sistem energi masa depan dan proyeknya kompetitif dari sisi biaya serta emisi.Meski konsumsi gas global diperkirakan akan memuncak pada 2030-an dan telah mencapai puncaknya di beberapa kawasan seperti Eropa dan Jepang, permintaan LNG diproyeksikan terus tumbuh.Shell memperkirakan LNG akan menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan permintaan gas hingga 2040, dengan Asia menyumbang 70% dari pertumbuhan tersebut.Namun, ACCR menilai Shell belum cukup menjelaskan bagaimana LNG akan lebih unggul dibanding sumber energi lain seperti energi terbarukan dari sisi harga dan emisi.Mereka juga menyoroti bahwa krisis geopolitik yang memicu lonjakan harga LNG berpotensi menekan permintaan. (DK)