Goldman Sachs: AI berpotensi gantikan 6%-7% pekerja di Amerika

Kamis, 19 Maret 2026

image

WASHINGTON - Pasar tenaga kerja global, termasuk di Amerika Serikat, berada di ambang perubahan besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI).Seperti dikutip Goldmansachs, teknologi ini diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menutup kekurangan tenaga kerja di berbagai sektor.Menurut Joseph Briggs dari Goldman Sachs, dampak AI sudah mulai terasa, terutama di sektor teknologi.Ia mencatat proporsi tenaga kerja di sektor ini terhadap keseluruhan ekonomi kini berada di bawah tren jangka panjang, menandakan adanya perubahan struktural.Dalam skenario dasar, adopsi AI secara luas diperkirakan berlangsung sekitar 10 tahun.Selama periode tersebut, sekitar 6–7% pekerja berpotensi tergantikan.Jika transisi berjalan bertahap, tingkat pengangguran diperkirakan hanya naik sekitar 0,6 poin persentase.Namun, jika perubahan terjadi lebih cepat, dampaknya terhadap ekonomi bisa jauh lebih besar.Sejauh ini, pergeseran akibat AI baru terlihat di sektor tertentu seperti teknologi, konsultasi, layanan call center, dan desain grafis.Namun secara keseluruhan, belum ada perubahan besar dalam komposisi tenaga kerja AS.Ke depan, dampak AI diperkirakan semakin luas. Secara global, sekitar 300 juta pekerjaan terpapar otomatisasi AI.Di AS sendiri, teknologi ini berpotensi mengotomatisasi hingga 25% jam kerja.Evan Tylenda menilai pekerja dari sektor berbasis pengetahuan yang terdampak AI belum tentu cocok dengan jenis pekerjaan yang justru paling dibutuhkan.Di satu sisi, permintaan tinggi datang dari pekerjaan berupah rendah seperti pekerja restoran cepat saji, petugas kebersihan, dan perawat rumah.Di sisi lain, kebutuhan juga meningkat untuk tenaga teknis terampil seperti teknisi listrik, insinyur, dan pekerja konstruksi.Lonjakan kebutuhan ini sebagian didorong oleh pembangunan pusat data. Sejak 2022, pekerjaan konstruksi terkait data center meningkat sekitar 216.000 posisi, dan tren ini diperkirakan terus berlanjut.Meski begitu, AI juga membuka peluang baru. Permintaan tenaga kerja dengan keahlian AI akan meningkat, sekaligus menciptakan profesi baru yang lebih spesialis, termasuk di sektor kesehatan.Selain itu, kenaikan pendapatan dan produktivitas dapat memicu munculnya pekerjaan baru di sektor jasa, seperti perawatan hewan, salon, hingga pelatihan olahraga.Dalam beberapa bulan terakhir, pasar tenaga kerja AS mengalami perlambatan, dipicu ketidakpastian tarif dan penurunan imigrasi.Namun, Briggs memperkirakan kondisi akan stabil kembali, didukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada 2026. Tingkat pengangguran diproyeksikan naik tipis menjadi 4,5%.Ia menegaskan bahwa cerita besar pasar tenaga kerja di 2026 adalah AI. Pekerja muda di sektor pengetahuan dan kreatif diperkirakan paling terdampak.Meski begitu, arah dampaknya masih penuh ketidakpastian dan perlu terus dipantau melalui data tenaga kerja secara real time. (DK)