Trump larang Israel serang infrastruktur energi Iran

Jumat, 20 Maret 2026

image

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump meminta Israel tidak mengulangi serangan terhadap infrastruktur energi Iran setelah aksi saling balas memperparah konflik dan mendorong harga energi global naik tajam.

Dikutip Reuters, perang yang dimulai sejak 28 Februari itu telah menewaskan ribuan orang, meluas ke negara kawasan, dan menekan ekonomi global.

Eskalasi terbaru terjadi setelah Iran membalas serangan Israel dengan menghantam fasilitas energi strategis, termasuk Ras Laffan Industrial City di Qatar yang memproses sekitar seperlima LNG dunia.

Serangan juga menyasar pelabuhan utama Arab Saudi di Laut Merah. Di sisi lain, jalur vital Selat Hormuz tetap terganggu setelah Iran menutup akses utama ekspor minyak kawasan.

Trump menegaskan telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. “Saya mengatakan kepadanya, ‘Jangan lakukan itu’, dan dia tidak akan melakukannya,” kata Trump.

Meski mempertimbangkan pengiriman tambahan pasukan, Trump menegaskan tidak akan menurunkan pasukan darat. “Saya tidak menempatkan pasukan di mana pun,” ujarnya.

Israel mengakui serangan terhadap ladang gas South Pars Iran dilakukan secara mandiri, meski komunikasi dengan AS tetap berlangsung. Netanyahu menyebut kemampuan militer Iran melemah setelah gelombang serangan udara, namun perubahan rezim memerlukan operasi darat.

Seperti diketahui,  Iran sebelumnya memperingatkan akan menunjukkan ‘zero tolerance’ jika infrastruktur diserang lagi, setelah serangan Israel ke South Pars, sementara QatarEnergy mengatakan 17% kapasitas ekspor LNG Qatar di North Field lumpuh akibat serangan balasan Iran.

Seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (19/3), sehari setelah Israel menyerang ladang gas penting South Pars milik Iran, Teheran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas energi di seluruh kawasan Teluk.

“Meskipun respons kami terhadap serangan Israel terhadap infrastruktur kami hanya menggunakan SEBAGIAN kecil dari kekuatan kami, satu-satunya alasan kami menahan diri adalah karena menghormati permintaan de-eskalasi,” tulis Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam unggahan di X pada Kamis.

“Tidak akan ada zero tolerance sama sekali jika infrastruktur kami diserang lagi.”

Militer Israel melaporkan lebih dari 130 serangan dalam satu hari terakhir yang menargetkan peluncur rudal balistik, drone, dan sistem pertahanan udara Iran. Iran merespons dengan meluncurkan gelombang rudal baru ke wilayah Israel.

Di kawasan, Uni Emirat Arab mengungkap pembongkaran jaringan yang terkait dengan Iran dan Hizbullah. Konflik juga mulai menyeret fasilitas energi lintas negara.

Kelompok negara industri seperti Inggris, Prancis, Jerman, hingga Jepang menyatakan kesiapan menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan menstabilkan pasar energi, meski belum ada langkah konkret.

Militer Iran memperingatkan eskalasi baru. “Jika serangan terhadap fasilitas energi Iran kembali terjadi, maka serangan terhadap infrastruktur energi Anda dan sekutu Anda akan terus berlanjut hingga hancur total,” kata juru bicara militer Iran.

Kerusakan pada fasilitas LNG Qatar diperkirakan memakan waktu perbaikan hingga lima tahun, menambah tekanan pada pasar energi global yang sudah tertekan akibat konflik berkepanjangan.(DH)

Terkait: Ladang gas South Pars diserang, Iran balas hantam North Field Qatar