Negara-negara Eropa dan Jepang siap bergabung buka Selat Hormuz?

Jumat, 20 Maret 2026

image

TEHERAN - Sejumlah negara Eropa bersama Jepang menyatakan siap mengambil langkah untuk menstabilkan pasar energi global setelah serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk memicu lonjakan harga minyak dan gas di tengah konflik AS-Israel melawan Iran.

Pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang menegaskan kesiapan menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta menyerukan penghentian segera serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas energi.

Dilansir dari Aljazeera, Badan Energi Internasional (IEA) telah melepas cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah guna meredam kenaikan harga. Negara-negara tersebut juga membuka peluang meningkatkan produksi bersama negara produsen.

Sejak perang pecah pada 28 Februari, pasar energi terguncang akibat serangan Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% pasokan energi global.

Namun, Eropa menolak permintaan AS untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan jalur tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang fasilitas LNG terbesar dunia di Ras Laffan, Qatar, yang memasok sekitar 20% kebutuhan global.

Serangan itu merusak sekitar 17% kapasitas ekspor LNG Qatar dan diperkirakan butuh 3–5 tahun untuk pulih.

Lonjakan harga energi pun tak terhindarkan, dengan gas Eropa naik tajam dan minyak Brent menyentuh US$113 per barel.

Para analis memperingatkan kenaikan ini berpotensi berlangsung lama dan menekan pertumbuhan ekonomi global. (DK)