Hormuz tersendat, AS kuasai pasar diesel global
Jumat, 20 Maret 2026

JAKARTA - Permintaan tangki penyimpanan bahan bakar distilat di Amerika Serikat melonjak tajam sejak perang dengan Iran, seiring pelaku pasar mengantisipasi peningkatan ekspor diesel dan bahan bakar jet ke pasar global.
Dikutip reuters, gangguan pelayaran di Selat Hormuz akibat konflik Israel-AS dengan Iran menekan pasokan dari Timur Tengah. Kondisi ini memperburuk ketatnya pasar distilat yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Dampaknya mulai terasa luas. Kenaikan harga bahan bakar jet memicu pembatalan penerbangan, sementara lonjakan harga diesel berpotensi mendorong inflasi barang konsumsi.
Data Tank Tiger menunjukkan penawaran penyimpanan distilat di AS naik 242% menjadi 1,3 juta barel bulan ini dibanding Februari. Lonjakan terjadi di hub ekspor Texas dan New Jersey, mencerminkan posisi trader yang bersiap memenuhi permintaan global.
“Ini adalah sinyal pasar fisik paling jelas sejauh ini bahwa para trader bersiap menghadapi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz,” kata Chief Operating Officer Tank Tiger, Steven Barsamian.
Pasokan yang terbatas mendorong persaingan antara Eropa dan Asia untuk mendapatkan distilat dari AS. Pengiriman bahkan mulai dilakukan melalui rute tidak biasa dari Gulf Coast ke Australia.
“Selama aliran dari Timur Tengah tetap terganggu dan biaya pengiriman naik, pasokan dari AS menjadi penentu marginal bagi pasar distilat global,” kata trader independen Shohruh dan Bekzod Zukhritdinov.
Di dalam negeri, stok distilat AS juga terbatas setelah musim dingin yang berat. Persediaan di Pantai Timur tercatat 27,6 juta barel, sekitar 18% di bawah rata-rata lima tahun.
Keterbatasan ini membuat arus pasokan lebih banyak terserap di pasar domestik, sementara permintaan ekspor ke Asia tetap kuat. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga distilat AS.
Selisih harga diesel AS dan Eropa melebar signifikan, namun diperkirakan akan kembali menyempit untuk mendorong ekspor ke Eropa yang kehilangan sebagian besar pasokan dari Timur Tengah.
“Eropa kehilangan porsi signifikan pasokan distilat dari Timur Tengah dan kini berburu pasokan pengganti dari kawasan Atlantik,” kata Barsamian.(DH)