Krisis Timur Tengah memicu kenaikan harga tiket pesawat
Jumat, 20 Maret 2026

BRUSSELS - Konflik yang meluas di Timur Tengah diperkirakan akan mendorong kenaikan harga tiket pesawat dan tidak menguntungkan pihak mana pun, kata Willie Walsh, kepala Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), kepada Reuters di sela acara industri penerbangan di Brussels.Pernyataan ini muncul di tengah serangan terhadap fasilitas minyak di kawasan Teluk yang mendorong harga minyak mentah menembus US$100 per barel, mengguncang pasar penerbangan.Dilansir dari Reuters, ancaman rudal dan drone juga mengganggu lalu lintas udara ke pusat-pusat transportasi utama di Timur Tengah.“Tidak ada pemenang dalam situasi ini. Semua pihak akan terdampak,” ujar Walsh, seraya menambahkan bahwa pasokan bahan bakar jet dari Timur Tengah sangat penting bagi Amerika Utara dan Asia.Walsh mengatakan permintaan penerbangan global masih kuat untuk saat ini, namun maskapai bisa mengurangi kapasitas jika konflik berkepanjangan dan memicu kelangkaan bahan bakar.Meski demikian, maskapai tetap melanjutkan penerimaan pesawat baru yang lebih hemat bahan bakar sesuai rencana.“Belum ada yang menunda atau memperlambat pengiriman,” katanya.Dalam skenario terburuk, industri penerbangan harus meninjau ulang strategi jika konflik terus berlanjut, termasuk redistribusi kapasitas dan langkah perlindungan terhadap gangguan pasokan bahan bakar. (DK)