Serangan Iran ke LNG Qatar picu harga gas Eropa melonjak
Jumat, 20 Maret 2026

NEW YORK - Harga gas acuan Eropa melonjak tajam hingga 35% saat pembukaan pasar Kamis, dipicu kekhawatiran gangguan pasokan setelah serangan Iran ke Ras Laffan Industrial City di Qatar, pusat LNG terbesar dunia.Seperti dikutip Oilprice, kontrak April 2026 Dutch TTF Natural Gas Futures sempat naik 35% sebelum mereda ke 24%.Harga kontrak hingga Maret 2027 kini di atas US$69/MWh, hampir dua kali lipat dibanding sebelum konflik Timur Tengah pada akhir Februari.Pasokan terganggu setelah fasilitas LNG dihentikan dan jalur Strait of Hormuz terganggu.Sekitar 20% aliran LNG global terdampak, memicu persaingan pasokan dengan Asia dan lonjakan harga di Eropa.Dengan cadangan gas Uni Eropa yang rendah, kebutuhan impor diperkirakan meningkat menjelang musim dingin 2026/2027.QatarEnergy juga mengonfirmasi adanya kerusakan fasilitas akibat serangan.Mengomentari serangan tersebut dan dampaknya terhadap pasar gas, analis komoditas dari ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, mengatakan dalam catatan Kamis bahwa:
“Kerusakan pada fasilitas LNG berarti masalah di pasar gas global bukan hanya soal kapan aliran melalui Selat Hormuz kembali normal, tetapi juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan di lokasi tersebut.”“Meskipun nantinya terbukti fasilitas LNG sebagian besar tidak mengalami kerusakan, pasar tetap harus memasukkan premi risiko yang lebih tinggi, mengingat meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut,” tambah mereka. (DK)