Intelejen Amerika tidak prediksi China serang Taiwan 2027

Jumat, 20 Maret 2026

image

NEW YORK - Badan intelijen Amerika Serikat menilai China tetap berupaya menguasai Taiwan, namun tidak memperkirakan invasi akan terjadi dalam waktu dekat.Dalam laporan Annual Threat Assessment 2026, disebutkan bahwa para pemimpin China saat ini belum memiliki rencana maupun jadwal pasti untuk melakukan invasi, termasuk target tahun 2027 yang selama ini dianggap sebagai tenggat tidak resmi di Washington.Seperti dikutip Aljazeera, laporan itu menekankan bahwa keputusan Beijing akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan militer People’s Liberation Army, dinamika politik di Taiwan, serta kemungkinan intervensi militer dari Amerika Serikat.Meski aktivitas militer China di sekitar Taiwan terus meningkat melalui latihan dan operasi, kemajuannya dinilai masih belum merata dan tetap mengandung risiko besar.Intelijen AS juga menilai China masih lebih memilih penyatuan secara damai jika memungkinkan.Namun, konflik militer di Taiwan berpotensi memicu gangguan ekonomi global besar, mengingat peran penting pulau tersebut dalam industri semikonduktor dan jalur perdagangan dunia.Bahkan tanpa keterlibatan langsung AS, dampaknya diperkirakan luas, mulai dari terganggunya rantai pasok teknologi hingga meningkatnya ketidakpastian pasar global.Perang berkepanjangan juga berisiko menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi China, AS, dan dunia. (DK)