Laba BREN naik 8,3% di 2025, target lampaui 1 GW akhir tahun 2026

Jumat, 20 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), lengan energi terbarukan Grup Barito milik Prajogo Pangestu, membukukan laba bersih US$132,2 juta pada tahun 2025, naik 8,3% secara tahunan.

Pertumbuhan laba didukung oleh pendapatan yang juga tumbuh 1,4% menjadi US$605,2 juta. Menurut manajemen, hal ini didorong stabilitas produksi listrik berbasis panas bumi, yang mengimbangi segmen listrik berbasis angin.

PLTP Salak memang tercatat masih menjadi kontributor utama pendapatan BREN, dengan raihan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar US$217,6 juta.

Selain itu, PLTP Darajat dan PLTP Wayang Windu juga menyumbang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$132,9 juta dan US$43,3 juta pada 2025, disusul PLTB Sidrap dengan raihan US$21,2 juta.

Namun, kontribusi Salak, Wayang Windu, dan Sidrap tampak menyusut dari tahun 2024.

Sebagai catatan, BREN baru menyelesaikan proyek retrofit Salak pada kuartal III 2025 lalu, yang menambah kapasitas baru sebesar 7,7 MW. Sementara itu, proyek retrofit Wayang Windu juga baru rampung pada kuartal I 2026.

“Meskipun segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang dibandingkan tahun lalu, aset panas bumi kami menghasilkan produksi listrik yang stabil dan menjadi penopang utama kinerja Perseroan secara keseluruhan,” tegas Hendra Soetjipto Tan, CEO BREN, dalam siaran resmi, Jumat (20/3).

Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan operasi komersial PLTP Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 setelah pengembangan rampung pada akhir tahun 2026.

“Setelah proyek tersebut selesai, kapasitas panas bumi Perseroan diperkirakan akan melampaui 1 GW,” ujar manajemen BREN lebih lanjut.

Dari sisi neraca keuangan, BREN tercatat membukukan perbaikan debt-to-equity ratio (DER) menjadi 2,36, setelah liabilitas turun 2,3%, sedangkan ekuitas tumbuh 20,6% -- membawa total aset menjadi sebesar US$3,9 miliar. (ZH)