Beban bengkak buat INPP merugi Rp98,6 miliar di 2025
Jumat, 20 Maret 2026

JAKARTA - PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mencatat rugi Rp98,6 miliar pada tahun 2025, berbalik dari laba Rp334,9 miliar pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, pendapatan perseroan sebenarnya masih mampu tumbuh 32,9% menjadi Rp1,7 triliun pada 2025.
Semua segmen juga tampak mencatatkan pertumbuhan, termasuk segmen perhotelan. Segmen kontributor utama pendapatan Perseroan ini mencatatkan pendapatan Rp627,4 miliar, naik 8,1%, disusul segmen komersial yang naik 14,1% menjadi Rp542,5 miliar.
Pertumbuhan paling pesat tercatat di segmen penjualan properti, yang melonjak 127,3% menjadi Rp527,4 miliar, seiring dengan handover 80-90% unit tersedia di Antasari Place.
Pendapatan dari manajemen properti dan lainnya juga meroket 101,2% menjadi Rp43,3 miliar.
Namun, beban pokok pendapatan tercatat membengkak hingga 65,1% menjadi Rp742,99 miliar. Beberapa pos beban lain juga turut membengkak, seperti beban umum dan administrasi, beban penjualan dan pemasaran, hingga beban pajak dan beban penurunan nilai atas goodwill.
Selain itu, INPP juga mencetak kerugian dari investasi pada entitas asosiasi, PT Plaza Indonesia Mandiri (PIM) dan PT Java Paradise Island (JPI), hingga Rp33,1 miliar.
Namun, dari sisi neraca, total aset INPP pada tahun 2025 meningkat 4,8% menjadi Rp10,2 triliun, berkat ekuitas yang naik 7% menjadi Rp6,7 triliun dan total liabilitas naik 0,6% menjadi Rp3,44 triliun.
Kas dan setara kas INPP pada akhir 2025 tercatat Rp771,4 miliar, naik 113,2%, didorong penerbitan obligasi Rp500 miliar dan pelepasan sebagian kepemilikan saham anak usaha senilai Rp664,6 miliar. (DH/ZH)