Unilever siapkan spin-off bisnis makanan €12,9 miliar
Jumat, 20 Maret 2026

JAKARTA - Unilever menjajaki divestasi bisnis makanan dan membuka pembicaraan dengan McCormick & Company sebagai calon mitra.
Mengutip Reuters, Unilever mengonfirmasi telah menerima penawaran untuk unit tersebut. Bisnis makanan menyumbang lebih dari 12,9 miliar euro pada 2025 atau sekitar seperempat dari total penjualan.
Pembahasan mencakup potensi penggabungan merek Hellmann’s dan Knorr dengan produk McCormick, termasuk saus Cholula. Kedua pihak menyatakan belum ada kepastian kesepakatan dan tidak merinci nilai transaksi.
Langkah ini sejalan dengan strategi CEO Unilever, Fernando Fernandez yang mengarahkan portofolio ke bisnis dengan margin lebih tinggi, terutama kecantikan dan perawatan pribadi, setelah pemisahan unit es krim.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Unilever mempertimbangkan pemisahan bisnis makanan, termasuk merek Colman dan Marmite, untuk digabungkan dengan McCormick melalui skema pertukaran saham yang berpotensi rampung dalam beberapa minggu.
Jika terealisasi, kesepakatan ini akan menyatukan sejumlah merek makanan utama dalam satu entitas. Reuters menyebut laporan tersebut belum dapat diverifikasi. Kedua perusahaan juga belum memberikan tanggapan resmi.
Tekanan pada bisnis makanan meningkat akibat pelemahan daya beli dan pergeseran konsumen ke produk lebih murah. Perubahan pola konsumsi juga menekan permintaan.
Sebelumnya, Unilever mempertimbangkan penjualan merek di Inggris seperti Marmite, Colman’s, dan Bovril sebagai bagian dari perampingan portofolio.
Di sisi lain, McCormick memperkirakan laba melemah pada 2026 akibat kenaikan biaya terkait tarif. Nilai pasar McCormick sekitar US$14,51 miliar, sementara Unilever mencapai lebih dari US$134 miliar.(DH)