Jual Lawson, laba Alfamidi tumbuh 45% jadi Rp792,4 miliar di 2025
Jumat, 20 Maret 2026

JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), entitas pengelola jaringan ritel Alfamidi, membukukan laba bersih Rp792,4 miliar pada tahun 2025, naik 45% secara tahunan.
Padahal, merujuk pada laporan keuangan terbaru Perseroan, pendapatan MIDI hanya tumbuh 3,8% menjadi Rp20,6 triliun, dengan margin laba kotor merosot tipis dari 26,3% menjadi 26,1%.
Dari segi produk, penjualan produk makanan tampak menyusut menjadi Rp11,4 triliun, sementara kontribusi makanan segar justru melonjak hingga 16% menjadi Rp3,4 triliun, dan porsi non-makanan juga naik menjadi Rp5,8 triliun.
Efisiensi pada beberapa pos beban mendorong kinerja laba MIDI menguat, seiring dengan divestasi 70% saham PT Lancar Wiguna Sejahtera (LWS) – pengelola gerai Lawson – kepada induknya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart pada Mei 2025 lalu.
Sebagai catatan, laporan keuangan Perseroan tahun 2025 menuliskan laba dan rugi perseroan dengan memperhitungkan laba dan rugi LWS mulai 1 Januari 2025 hingga tanggal divestasi, yaitu 14 Mei 2025.
Namun, tanpa kontribusi dari LWS pada periode 1 Januari – 14 Mei 2026 pun, MIDI masih mencatatkan pendapatan Rp20,4 triliun per 2025 – masih tumbuh 2,5%.
Selain itu, pada periode pradivestasi, LWS justru membukukan rugi bersih Rp46,4 miliar. Dengan demikian, kinerja laba MIDI tanpa LWS pada tahun 2025 bahkan tumbuh hingga 53,5% menjadi Rp838,7 miliar.
Dari segi neraca keuangan, total aset MIDI juga bertumbuh 4,5% menjadi Rp9,1 triliun pada akhir 2025. Liabilitas naik tipis 3,3%, sementara ekuitas naik 5,8% didorong kenaikan saldo laba ditahan. (ZH)