F-35 mendarat darurat, klaim serangan Iran masih diselidiki

Sabtu, 21 Maret 2026

image

JAKARTA - Pesawat F-35A milik Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan pendaratan darurat di pangkalan AS di Timur Tengah setelah menjalankan misi tempur di atas Iran. Pentagon mengonfirmasi insiden tersebut, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak pesawat itu. Militer AS masih menyelidiki klaim tersebut.

Dikutip ndtv, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyatakan pesawat mengalihkan rute di tengah misi dan mendarat dengan selamat. Pilot dilaporkan dalam kondisi stabil.

IRGC merilis video yang diklaim menunjukkan rudal menghantam F-35. Namun, rekaman itu belum dapat diverifikasi secara independen.

Jika terbukti, insiden ini menjadi kasus pertama pesawat berawak AS terkena serangan Iran sejak Operasi Epic Fury dimulai pada 28 Februari. Peristiwa ini juga menyoroti potensi celah pada teknologi siluman.

“Kerahasiaan adalah sebuah janji, bukan jaminan.”

F-35A dirancang untuk menghindari deteksi radar melalui bentuk dan material penyerap gelombang radio. Namun, pesawat tetap menghasilkan jejak panas yang dapat dilacak.

Iran disebut mengembangkan sistem pertahanan udara berbasis inframerah pasif yang tidak memancarkan sinyal, sehingga sulit dideteksi sistem peringatan pesawat. Pendekatan ini sebelumnya digunakan oleh kelompok Houthi di Yaman dan memaksa jet tempur AS melakukan manuver penghindaran.

Operasi militer AS yang kini menjangkau wilayah timur Iran meningkatkan risiko. Area tersebut menjadi basis sistem pertahanan udara mobile yang dapat berpindah dan sulit dilacak.

Sejak konflik berlangsung, AS telah kehilangan lebih dari selusin pesawat militer. Insiden-insiden tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan terhadap operasi udara di kawasan.(DH)