Barat serukan Iran buka hormuz, dukungan masih tahap kajian

Sabtu, 21 Maret 2026

image

JAKARTA - Kanada bersama enam negara lain menyerukan Iran menghentikan pemblokiran Selat Hormuz dan membuka kembali jalur pelayaran global. Pernyataan bersama itu juga menegaskan kesiapan negara-negara tersebut untuk terlibat dalam upaya pengamanan jalur energi strategis tersebut.

Dikutip cbc, Iran menutup akses Selat Hormuz sejak serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Jalur ini mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia, sehingga gangguannya langsung menekan rantai pasok energi global.

“Gangguan rantai pasokan energi global merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” demikian isi pernyataan bersama.

“Kami menyerukan moratorium komprehensif segera terhadap serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk instalasi minyak dan gas.”

Meski menyatakan kesiapan membantu, negara-negara tersebut belum merinci bentuk kontribusi. Menteri Pertahanan Kanada, David McGuinty, menyebut pihaknya masih “mempertimbangkan” dukungan bagi negara sekitar Iran jika diminta melalui NATO.

Pemerintah Kanada menegaskan setiap langkah akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan koordinasi dengan sekutu. “Setiap potensi dukungan akan dipandu oleh kebutuhan di lapangan, kerangka hukum dan kebijakan Kanada, serta konsultasi berkelanjutan dengan mitra dan sekutu.”

Di sisi lain, upaya Amerika Serikat menggalang dukungan menghadapi Iran belum sepenuhnya direspons sekutu. Negara-negara Eropa menyatakan hanya akan terlibat jika ada langkah de-eskalasi.

Situasi kawasan tetap memanas. Iran meningkatkan serangan ke fasilitas minyak dan gas di Teluk Persia, memperbesar tekanan terhadap ekonomi global. Upaya mengalihkan jalur ekspor energi juga menghadapi hambatan. Serangan drone Iran menghantam kilang Arab Saudi di Laut Merah, yang sebelumnya diproyeksikan menjadi alternatif pengiriman di luar Selat Hormuz.(DH)