Pertama kali, rudal balistik Iran serang pangkalan AS Diego Garcia
Minggu, 22 Maret 2026

TEL AVIV -- Pejabat Israel pada Sabtu (21/3) mengatakan bahwa Iran untuk pertama kalinya menembakkan rudal jarak jauh, memperluas risiko serangan hingga ke luar Timur Tengah.
"Iran meluncurkan dua rudal balistik dengan jangkauan 4.000 kilometer ke pangkalan militer AS-Inggris Diego Garcia di Samudra Hindia," kata Kepala Militer Israel Eyal Zamir seperti dikutip Reuters, Minggu (22/3),
Militer Israel menyebut ini sebagai pertama kalinya Iran menggunakan rudal jarak jauh, menandai ekspansi pertama di luar Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.
“Rudal ini tidak ditujukan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai Ibukota Eropa, Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” kata Zamir dalam pernyataan.
Seorang sumber di Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan serangan tersebut terjadi sebelum pemerintah memberikan otorisasi khusus pada hari Jumat bagi AS untuk menggunakan pangkalan militer Inggris guna melancarkan serangan terhadap lokasi rudal Iran.
Lebih dari 2.000 orang telah tewas di Iran sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan mereka. Di Israel, 15 orang telah tewas akibat serangan Iran sejak perang dimulai.
Pada Sabtu malam, rudal Iran menghantam kota Dimona dan Arad di Israel selatan, melukai puluhan orang termasuk anak-anak dalam serangan terpisah. Garda Revolusi Iran menyatakan pada Minggu dini hari bahwa mereka menargetkan “instalasi militer” dan pusat keamanan di Israel selatan.
Juru Bicara militer Israel Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan di platform X bahwa sistem pertahanan udara negara tersebut berfungsi, tetapi tidak berhasil mencegat serangan itu. “Kami akan menyelidiki insiden ini dan mengambil pelajaran darinya,” katanya.
Reaktor nuklir rahasia Israel berada sekitar 13 kilometer di tenggara Dimona. Kedua kota tersebut berada dekat beberapa lokasi militer, termasuk Pangkalan Udara Nevatim, salah satu yang terbesar di negara itu.
“Ini adalah malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kami,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan resmi setelah serangan di Arad. “Kami bertekad untuk terus menyerang musuh kami di semua front,” tambahnya.
>> Trump Kurangi Operasi?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat menyatakan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk “mengurangi” operasi militernya terhadap Iran.
Dalam unggahan media sosial, Trump mengatakan AS hampir mencapai tujuannya, tetapi menegaskan bahwa negara lain seharusnya memimpin pengamanan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang penutupannya mengancam guncangan energi global.
“Kami sangat dekat untuk mencapai tujuan kami saat mempertimbangkan untuk mengurangi upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait rezim teroris Iran,” kata Trump di Truth Social.
Trump dan pemerintahannya memberikan pesan yang tidak konsisten mengenai tujuan AS selama perang yang kini memasuki minggu keempat, sehingga sekutu tradisional AS kesulitan merespons.
Trump menyiratkan perang bisa mereda karena ancaman Iran mulai ditekan, namun pada saat yang sama Marinir AS dan kapal pendarat berat terus bergerak ke kawasan tersebut.
Pemilih Amerika semakin khawatir perang ini bisa meluas. Lonjakan harga energi memicu inflasi, membebani konsumen dan bisnis, menjadi risiko politik besar bagi Trump menjelang pemilu November, di mana ia bisa kehilangan kendali atas Kongres.
Trump juga menuduh sekutu NATO bersikap pengecut karena enggan membantu membuka kembali selat tersebut. Beberapa sekutu mengatakan akan mempertimbangkannya, tetapi sebagian besar enggan terlibat dalam perang yang dimulai tanpa konsultasi dengan mereka.
Media Iran melaporkan bahwa pasukan AS-Israel menyerang kompleks pengayaan Shahid Ahmadi-Roshan di Natanz pada Sabtu pagi.
Para ahli teknis tidak menemukan kebocoran radioaktif, dan warga sekitar tidak berada dalam risiko. Israel mengatakan tidak mengetahui serangan tersebut, sementara kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan sedang menyelidikinya.
Media Iran kemudian melaporkan serangan terhadap terminal penumpang di pelabuhan selatan Bushehr dan sebuah kapal penumpang kosong di Pulau Kharg.
Pulau tersebut, tempat Iran memuat hampir seluruh ekspor minyaknya, dianggap sebagai target potensial jika Washington memutuskan menyerang sektor energi Iran atau menggunakan pasukan darat untuk merebutnya.
>> Harga Gsa Eropa Melonjak
Harga gas alam di Eropa melonjak hingga 35% minggu ini setelah Israel menyerang ladang gas terbesar Iran dan Iran merespons dengan menyerang infrastruktur energi negara-negara tetangganya. Uni Eropa mendesak negara anggotanya untuk menurunkan target penyimpanan gas dan mulai mengisi cadangan secara bertahap untuk menekan permintaan, lapor Financial Times.
Selat Hormuz, jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak global dan gas alam cair, kini secara efektif tertutup bagi sebagian besar pelayaran.
India, yang mengalami kekurangan gas memasak yang parah, menjadi salah satu dari sedikit negara yang berhasil membujuk Iran untuk mengizinkan kapal mereka melintas.
Dua kapal tanker LPG telah berangkat minggu lalu dan dua lainnya siap berlayar pada Jumat. Perdana Menteri India Narendra Modi berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan kepada kantor berita Kyodo bahwa Teheran siap mengizinkan kapal terkait Jepang melintasi selat tersebut, yang membawa sekitar 90% impor minyak Jepang. (YS/MT)