Presiden Iran tegaskan tidak ingin perang dengan negara muslim
Minggu, 22 Maret 2026

TEHERAN - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak mencari konflik dengan negara-negara Muslim, menurut laporan kantor berita resmi Islamic Republic News Agency pada Jumat (20/3).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri yang menandai berakhirnya Ramadan, serta Nowruz yang jatuh pada 21 Maret.
Seperti dikutip Xinhua News, menanggapi meningkatnya ketegangan antara Iran dan sejumlah negara Arab setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Pezeshkian menegaskan Iran tidak berniat berselisih dengan negara-negara Islam.
Ia menyebut negara-negara Muslim sebagai “saudara” dan menilai pihak luar sebagai penyebab meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, Iran siap menyelesaikan berbagai persoalan dengan negara tetangga dan mengusulkan pembentukan kerangka kerja sama keamanan yang melibatkan negara-negara Muslim guna menjaga stabilitas kawasan tanpa campur tangan asing.
Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir, merujuk pada fatwa yang dikeluarkan pemimpin tertinggi sebelumnya Ali Khamenei yang melarang penggunaan senjata atom.
Ia menambahkan tidak ada pejabat Iran yang akan mengarah pada pengembangan senjata pemusnah massal, meski AS disebut berupaya membangun persepsi sebaliknya.
Pada 28 Februari, serangan gabungan yang dikaitkan dengan AS dan Israel dilaporkan menargetkan Teheran dan sejumlah kota lain di Iran, menewaskan sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan Timur Tengah. (DK)