Trump ultimatum Iran buka Selat Hormuz, atau sumber listrik dibom

Minggu, 22 Maret 2026

image

TEL AVIV - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Ancaman ini menandai eskalasi besar, hanya sehari setelah ia menyatakan ingin mengakhiri perang.Seperti dikutip Reuters, dalam pernyataan di media sosial, Trump menegaskan AS akan menyerang fasilitas listrik utama Iran jika jalur pelayaran vital tersebut tetap tertutup.

Selat Hormuz merupakan rute penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia dan gas alam cair, sehingga gangguan di wilayah itu memicu lonjakan harga energi global, termasuk kenaikan tajam harga gas di Eropa.Ketegangan meningkat setelah pejabat Israel menyebut Iran untuk pertama kalinya meluncurkan rudal jarak jauh sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Kepala militer Israel Eyal Zamir mengatakan dua rudal balistik berjangkauan hingga 4.000 km ditembakkan ke pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia, memperluas risiko ancaman hingga ke kota-kota besar Eropa seperti Berlin, Paris, dan Roma.Serangan Iran juga menghantam kota Dimona dan Arad di Israel selatan, melukai puluhan orang. Garda Revolusi Iran menyatakan sasaran serangan adalah instalasi militer dan pusat keamanan Israel.

Juru bicara militer Israel Effie Defrin mengakui sistem pertahanan udara tidak sepenuhnya berhasil mencegat rudal.Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut situasi sebagai malam yang sangat sulit dan menegaskan negaranya akan terus menyerang musuh di berbagai front.Di tengah konflik yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sinyal kebijakan dari Washington dinilai tidak konsisten.

Trump sebelumnya menyampaikan keinginan meredakan konflik, namun kini memberikan ultimatum keras terkait pembukaan Selat Hormuz.

Langkah militer AS juga terlihat meningkat dengan pergerakan Marinir dan kapal pendarat menuju kawasan.Media Iran melaporkan serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz, meskipun otoritas menyatakan tidak ada kebocoran radioaktif. Serangan lain dilaporkan terjadi di pelabuhan Bushehr dan Pulau Kharg, lokasi penting ekspor minyak Iran.Konflik juga meluas ke kawasan lain setelah Israel menyerang Beirut dengan alasan menargetkan milisi Hizbullah yang didukung Iran.

Ketegangan meningkat di Timur Tengah dengan keterlibatan berbagai pihak dan potensi dampak besar terhadap stabilitas energi global. (DK)