Konsistensi, kunci sukses jangka panjang di Global Equity Fund

Minggu, 22 Maret 2026

image

JAKARTA - Tidak semua manajer investasi berambisi menjadi yang terbaik setiap tahun.Bagi Mark Peden, co-manager Aegon Global Equity Income fund senilai US$1,2 miliar, fokus utamanya adalah menjaga konsistensi kinerja agar efek compounding jangka panjang bekerja optimal.Seperti dikutip Trustnet, strateginya adalah berada di posisi bawah kuartil teratas atau bagian atas kuartil kedua setiap tahun.Hasilnya, dana tersebut mencatat kinerja kuartil pertama atau kedua di sektor IA Global Equity Income selama tujuh dari 10 tahun terakhir.Sejak diluncurkan, dana ini juga selalu mengalahkan kinerja median sektor selama 13 tahun berturut-turut, dengan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari 12%.Portofolio Aegon Global Equity Income berisi 40-50 saham perusahaan besar dengan dividen kuat, neraca solid, dan tingkat pengembalian ekuitas tinggi.Target utamanya adalah memberikan pendapatan sekitar 30% lebih tinggi dibanding pasar, sekaligus menghasilkan total return terbaik di sektor melalui strategi quality income.Saat ini dana tersebut berinvestasi di 14 pasar global dan 10 sektor utama, dengan sekitar 55% aset ditempatkan di saham AS dan 26% di Eropa.Selain itu, hampir 20% dialokasikan ke Asia non-Jepang seperti Singapura, Hong Kong, Australia, dan Taiwan, yang dinilai memiliki kombinasi dividen menarik, pertumbuhan laba stabil, serta valuasi yang masih kompetitif.Pendekatan investasi menitikberatkan pada perusahaan berkualitas, yaitu memiliki neraca kuat, return on equity tinggi, dan kemampuan meningkatkan arus kas bagi pemegang saham.Strategi portofolio juga menerapkan pendekatan “barbell”, dengan hampir seperempat aset ditempatkan di sektor keuangan berkualitas, serta sekitar 20% di saham teknologi unggulan.Beberapa kontributor kinerja terbaik berasal dari perusahaan yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI), seperti Delta Electronics, Broadcom, dan TSMC, yang mendapat permintaan tinggi dari pembangunan infrastruktur pusat data.Investasi jangka panjang di Microsoft juga memberikan hasil signifikan, meskipun imbal hasil dividen kini lebih kecil dibanding saat pertama dibeli.Namun tidak semua investasi berjalan mulus. Accenture dan Automatic Data Processing (ADP) justru menjadi penekan kinerja karena kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi AI pada model bisnis berbasis tenaga kerja dan perangkat lunak penggajian.Secara kontribusi kinerja, Delta Electronics menyumbang 146 basis poin, Broadcom dan TSMC masing-masing 102 basis poin.Sebaliknya, Accenture mengurangi kinerja 75 basis poin dan ADP 79 basis poin.Pendekatan disiplin dan fokus pada kualitas menunjukkan bahwa konsistensi, bukan sekadar mengejar kinerja tertinggi sesaat, dapat menghasilkan pertumbuhan investasi yang kuat dalam jangka panjang. (DK)