Goldman Sachs: Harga minyak lampaui rekor 2008 akibat gangguan pasokan
Minggu, 22 Maret 2026

WASHINGTON - Goldman Sachs memperingatkan harga minyak berpotensi melonjak tajam dalam jangka pendek hingga menengah karena gangguan pasokan global yang dipicu konflik Iran.Ketegangan yang memasuki pekan ketiga telah mengganggu produksi dan distribusi energi di Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.Seperti dikutip Investing, harga Brent crude sempat menembus level di atas US$119 per barel setelah serangan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk, sebelum kembali berfluktuasi.Goldman menilai risiko harga minyak masih condong ke arah kenaikan hingga 2027, mengingat guncangan pasokan historis kerap berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.Bank investasi tersebut menyebut harga minyak berpotensi melampaui rekor tertinggi sepanjang masa pada 2008 jika gangguan pasokan berlanjut dan arus distribusi melalui Selat Hormuz tetap terbatas.Pasar dinilai sangat sensitif terhadap potensi kekurangan pasokan berkepanjangan.Dalam skenario dasar, Goldman memperkirakan aliran minyak mulai pulih secara bertahap sejak April, dengan harga Brent berpotensi kembali ke kisaran US$70 per barel pada kuartal IV 2026.Namun, proyeksi ini masih diliputi ketidakpastian besar, terutama terkait waktu pembukaan kembali jalur pelayaran utama serta tingkat kerusakan kapasitas produksi.Meski produksi minyak dapat pulih relatif cepat setelah distribusi kembali normal, bahkan dalam waktu sekitar empat minggu, Goldman menyoroti risiko penurunan pasokan jangka panjang, terutama dari Iran dan fasilitas produksi lepas pantai.Kapasitas cadangan OPEC dinilai bisa meredam sebagian gangguan, tetapi besaran dan waktunya belum pasti.Secara lebih luas, guncangan geopolitik terhadap infrastruktur energi mendorong perubahan dinamika pasar global.Gangguan pasokan dan jalur transportasi berkontribusi pada kenaikan harga minyak, meningkatkan tekanan inflasi serta memperketat kondisi keuangan, dengan dampak lanjutan terhadap mata uang, obligasi, dan pasar saham global. (DK)