Harga batu bara melemah, laba bersih ABMM merosot 51% sepanjang 2025
Senin, 23 Maret 2026

JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) mencatat penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik induk sebesar US$70,5 juta sepanjang 2025, merosot 51% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai US$139,4 juta.
Berasarkan Keterbukaan Informasi Perseroan, penurunan ini terjadi sejalan dengan turunnya pendapatan konsolidasi sebesar 13,5% menjadi US$1,04 miliar periode Januari- Desember 2025 dari US$1,20 miliar pada 2024.
Penurunan pendapatan terjadi di seluruh lini bisnis. Segmen kontraktor tambang dan tambang batu bara sebagai kontributor utama turun 15% menjadi US$755 juta.
Segmen logistik dan sewa kapal melemah 3% menjadi US$136 juta, sementara perdagangan bahan bakar turun 12% menjadi US$66,2 juta.
Adapun segmen Site Service Division (SSD) dan repabrikasi terkoreksi 8% menjadi US$48 juta. Di tengah tekanan tersebut, beban pokok pendapatan berhasil ditekan 13% menjadi US$934 juta.
Meski laba menurun, posisi kas dan setara kas mencapai US$199 juta, naik 17% secara tahunan.
Persediaan turun 33% menjadi US$40 juta, sehingga aset lancar menyusut 6% menjadi US$501 juta, dan total aset turun 2% menjadi US$2,05 miliar.
Liabilitas jangka pendek menurun 14% menjadi US$433 juta, meski utang bank jangka pendek naik 22% menjadi US$151 juta.
Liabilitas jangka panjang turun tipis menjadi US$742 juta, sehingga total liabilitas berkurang 6% menjadi US$1,17 miliar. (DK)