Iran klaim tembak jatuh F-15, Amerika bantah

Senin, 23 Maret 2026

image

JAKARTA - Iran mengklaim sistem pertahanan udaranya menembak jatuh jet tempur F-15 di dekat Pulau Hormuz, wilayah selatan negara itu, pada Minggu.

Dikutip Anadolu Ajansi, kantor berita semi-resmi ISNA, mengutip Komando Pertahanan Udara Gabungan Iran, menyebut pesawat tersebut dicegat di kawasan pesisir selatan dan sekitar Pulau Hormuz. Pesawat dilaporkan sempat menembakkan rudal sebelum akhirnya menjadi sasaran sistem pertahanan Iran.

Belum ada konfirmasi dari pihak independen. Otoritas Iran juga tidak memberikan informasi terkait nasib pilot maupun lokasi puing pesawat.

Sejumlah laporan media menyebut klaim ini bukan yang pertama. Dalam beberapa hari terakhir, media pemerintah Iran juga mengklaim telah menargetkan sejumlah jet tempur lain milik “musuh”, termasuk pesawat tempur generasi sebelumnya dalam operasi udara di berbagai titik konflik. Namun, hingga kini tidak ada bukti visual maupun verifikasi independen yang menguatkan klaim tersebut.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada jet tempurnya yang jatuh dalam operasi di kawasan Teluk. Pernyataan ini mempertegas perbedaan versi antara kedua pihak terkait situasi di lapangan.

Ketegangan di kawasan terus meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta negara-negara yang menampung aset militer AS seperti Yordania, Irak, dan kawasan Teluk. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.

Sejauh ini, tidak ada angka pasti yang dapat diverifikasi secara independen mengenai jumlah jet tempur yang ditembak jatuh dalam konflik ini. Klaim Iran menyebut beberapa keberhasilan intersepsi, sementara pihak AS dan sekutunya menyatakan seluruh armada tetap operasional.(DH)