Iran tawarkan buka akses Selat Hormuz, Amerika setuju?
Senin, 23 Maret 2026

JAKARTA - Iran menyatakan kesiapan membuka dialog terkait keselamatan maritim di kawasan Teluk di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.
Dikutip The Jerusalem Post, perwakilan Iran untuk badan maritim PBB, Ali Mousavi, mengatakan Teheran siap bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional untuk meningkatkan keamanan pelayaran dan perlindungan awak kapal. Ia menegaskan Selat Hormuz tetap dapat dilalui dengan koordinasi keamanan bersama otoritas Iran.
“Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran. Namun, penghentian penuh agresi serta kepercayaan dan keyakinan timbal balik jauh lebih penting,” kata Mousavi.
Ia menyebut situasi di Selat Hormuz dipicu oleh serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran. Mousavi juga menegaskan jalur pelayaran tetap terbuka bagi kapal internasional, kecuali yang terkait dengan “musuh Iran”.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang fasilitas listrik Iran jika akses Selat Hormuz tidak dibuka penuh dalam 48 jam.
“Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz dalam 48 JAM sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PEMBANGKIT LISTRIK mereka,” tulis Trump.
Trump juga menyatakan serangan akan dimulai dari “yang terbesar terlebih dahulu”.
Perkembangan terbaru menunjukkan eskalasi terus berlanjut. Dikutip Reuters, Iran kembali menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran global, namun kapal harus berkoordinasi dengan otoritas Iran dan tidak terkait dengan “musuh” negara tersebut.
Pada saat yang sama, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika Amerika Serikat merealisasikan ancaman terhadap fasilitas energi Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi energi global, sehingga setiap gangguan langsung memicu risiko terhadap stabilitas pasar minyak dunia.(DH)