Iran bantah tuduhan Israel soal serangan Diego Garcia
Selasa, 24 Maret 2026

TEHERAN - Iran membantah tuduhan bahwa mereka meluncurkan rudal ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat–Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia.Seperti dikutip Aljazeera, Teheran menyebut klaim tersebut sebagai operasi “false flag” yang dikaitkan dengan Israel.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan tuduhan itu merupakan bagian dari pola disinformasi.Pernyataan tersebut muncul setelah Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut aliansi belum dapat memastikan klaim Israel bahwa proyektil yang digunakan adalah rudal balistik antarbenua milik Iran.Baghaei menilai bahkan NATO tidak sepenuhnya mendukung narasi tersebut, yang menurutnya menunjukkan kelelahan global terhadap tudingan “false flag” yang berulang.Sementara itu, dalam wawancara dengan CBS News, Rutte menyatakan dukungan terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran dan berharap publik Amerika mendukung langkah tersebut demi keamanan global.Sebelumnya, sejumlah media AS, termasuk The Wall Street Journal, melaporkan rudal diluncurkan antara Kamis malam hingga Jumat pagi, namun tidak mengenai target di Diego Garcia. Rudal balistik dengan jangkauan lebih dari 4.000 km dinilai mampu mencapai wilayah sejauh London.Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya sengaja membatasi jangkauan rudal di bawah 2.000 km agar tidak dianggap sebagai ancaman bagi negara lain.Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan dua rudal Iran diarahkan ke Diego Garcia, namun keduanya gagal mencapai target.Ia menegaskan Inggris tidak perlu mengambil tindakan militer dan operasi di pangkalan tetap berjalan normal, sambil menyerukan de-eskalasi.Pangkalan udara Diego Garcia, yang menampung sekitar 2.500 personel, sebagian besar dari AS, telah lama menjadi pusat operasi militer Washington, mulai dari perang Vietnam hingga Irak dan Afghanistan, serta operasi terhadap kelompok Houthi di Yaman.Kepala militer Israel Eyal Zamir sebelumnya mengeklaim Iran menggunakan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km untuk menargetkan pangkalan tersebut.Israel selama bertahun-tahun menyatakan program rudal dan nuklir Iran sebagai ancaman, serta mendorong AS mengambil tindakan militer.Di tengah pembicaraan antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman, Israel dan AS dilaporkan melancarkan serangan ke Iran sekitar tiga pekan lalu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meski mediator menyebut kesepakatan saat itu hampir tercapai. (DK)