Harga mobil AS melonjak, konsumen incar EV China lebih murah
Selasa, 24 Maret 2026

JAKARTA - Di Amerika Serikat, minat terhadap mobil listrik murah dari China mulai meningkat, namun akses pasar masih tertutup.
Dikutip reuters, Sooren Moosavy, 28 tahun, ingin membeli kendaraan listrik dengan harga terjangkau. Ia melirik model dari BYD, Geely, dan Zeekr. Faktor harga, desain kompak, dan fitur menjadi pertimbangan utama.
Namun, model tersebut tidak tersedia di pasar AS. Pemerintah menerapkan tarif impor di atas 100% terhadap mobil listrik China, dengan alasan keamanan data dan perlindungan industri domestik.
Kondisi ini terjadi saat harga mobil baru di AS mendekati US$50.000. Sejumlah konsumen mulai mempertimbangkan alternatif yang lebih murah, termasuk produk dari China.
Di pasar global, produsen China memperluas ekspansi. Kendaraan mereka telah masuk ke Eropa, Amerika Latin, dan Kanada. Di Eropa, beberapa model dijual di bawah US$30.000 dengan fitur tambahan seperti sistem bantuan berkendara dan teknologi hiburan.
China juga mencatatkan diri sebagai eksportir kendaraan terbesar dunia, melampaui Jepang. Kanada membuka akses terbatas dengan tarif lebih rendah, sementara Meksiko menjadi basis distribusi dan potensi produksi.
Presiden Donald Trump menyatakan terbuka terhadap investasi produsen China, selama melibatkan tenaga kerja lokal. Namun, kelompok industri otomotif mendesak pemerintah tetap membatasi masuknya kendaraan tersebut.
Senator Bernie Moreno menegaskan penolakan terhadap penjualan mobil China di pasar domestik.
Di sisi lain, konsumen menunjukkan minat yang meningkat. Survei Cox Automotive mencatat hampir separuh responden menilai mobil China menawarkan nilai yang baik, dan 40% mendukung kehadirannya di AS.
Meski begitu, sebagian konsumen dan pelaku industri masih mempertanyakan standar keselamatan dan keamanan data. Hanya sebagian kecil dealer yang mendukung masuknya merek China.
Rich Benoit, pengulas otomotif, menilai harga menjadi daya tarik utama. Ia mempertimbangkan membeli mobil dari BYD di Meksiko dan membawanya ke AS, karena tidak tersedia secara resmi.
Keterbatasan regulasi dan hambatan tarif membuat mobil listrik China belum dapat bersaing langsung di pasar AS, meski permintaan mulai terbentuk.(DH)