Jepang pertimbangkan pangkas buyback obligasi yang terkait inflasi

Selasa, 24 Maret 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Jepang mempertimbangkan pengurangan pembelian kembali obligasi pemerintah berbasis inflasi seiring meningkatnya minat investor di tengah kenaikan ekspektasi inflasi, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Dikutip reuters, pada akhir Januari, indikator ekspektasi inflasi berbasis pasar atau break-even inflation rate menembus 1,9% untuk pertama kalinya. Kenaikan ini mendorong daya tarik obligasi berbasis inflasi, yang memberikan perlindungan terhadap kenaikan harga karena nilai pokok dan kupon bergerak mengikuti inflasi.

Dalam kondisi tersebut, Kementerian Keuangan Jepang menyiapkan rencana untuk memangkas nilai buyback. Pembelian masing-masing sekitar 15 miliar yen direncanakan pada April dan Juni. Otoritas juga akan meminta masukan dari pelaku pasar dalam waktu dekat.

Rencana tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibanding periode sebelumnya. Pada Januari hingga Maret, pemerintah melakukan buyback sebesar 20 miliar yen setiap bulan, sehingga alokasi April-Juni hanya sekitar separuh dari kuartal sebelumnya.

Meski demikian, volume penerbitan diperkirakan tetap stabil. Pemerintah berencana menerbitkan obligasi berbasis inflasi senilai 250 miliar yen pada Mei, dengan keputusan final dijadwalkan akhir bulan ini.

Ekspektasi inflasi di Jepang telah meningkat bahkan sebelum konflik di Timur Tengah, yang kemudian memperkuat tekanan harga global.

Jepang memperkenalkan obligasi berbasis inflasi pada 2004, sempat menghentikan penerbitan pada 2008 akibat risiko deflasi, lalu kembali menerbitkan pada 2013 saat pemerintahan Shinzo Abe mendorong pemulihan ekonomi. Sejak itu, pemerintah menjaga pasar melalui jaminan nilai pokok dan program buyback.

Data terbaru menunjukkan kesenjangan permintaan dan penawaran telah kembali positif untuk pertama kalinya dalam dua kuartal. Namun, ekonom menilai pemulihan permintaan secara menyeluruh masih membutuhkan waktu.(DH)