Trump tunda serang pusat listrik, Iran bantah negosiasi Amerika
Selasa, 24 Maret 2026

JAKARTA - Iran membantah klaim adanya negosiasi dengan Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump menyatakan kedua pihak telah melakukan pembicaraan produktif dan menunda rencana serangan ke jaringan listrik Iran.
Dikutip Reuters, sejumlah sumber menyebut tidak ada dialog langsung, namun komunikasi berlangsung melalui perantara seperti Mesir, Pakistan, dan negara-negara Teluk. Pejabat Pakistan mengatakan pembicaraan langsung untuk mengakhiri konflik berpotensi digelar di Islamabad dalam waktu dekat.
Trump sebelumnya menyebut telah terjadi pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah. Ia menunda selama lima hari rencana serangan ke infrastruktur energi Iran.
Pernyataan itu langsung memicu penguatan pasar saham dan penurunan harga minyak ke bawah US$100 per barel.
Trump juga mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah berdiskusi dengan pejabat tinggi Iran dan akan melanjutkan pembicaraan.
“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat, sangat kuat. Kita lihat ke mana arahnya. Kami memiliki banyak titik kesepakatan, saya kira hampir semua poin,” ujar Trump.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menepis klaim tersebut dan menyebutnya sebagai upaya memengaruhi pasar.
“Tidak ada negosiasi dengan AS, dan berita palsu digunakan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta keluar dari kebuntuan yang dihadapi AS dan Israel,” tulisnya.
Di lapangan, eskalasi militer masih berlanjut. Garda Revolusi Iran melaporkan serangan baru terhadap target AS dan Israel, termasuk di Tel Aviv dan Dimona. Militer Israel menyatakan mendeteksi peluncuran rudal dari Iran pada Senin malam.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan operasi militer akan terus berjalan, meski membuka peluang kesepakatan jika kepentingan utama Israel tetap terjaga.
Sementara itu, Iran tetap menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20% pasokan energi global. Donald Trump mendesak pembukaan jalur tersebut, namun Teheran menolak sebelum serangan dihentikan.
Lebih dari 2.000 orang dilaporkan tewas sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari.(DH)