Bos BlackRock: Banyak berita meresahkan, sebaiknya abaikan timing
Rabu, 25 Maret 2026

JAKARTA - BlackRock CEO, Larry Fink, mengingatkan investor untuk tidak mencoba menebak waktu pasar di tengah volatilitas. Ia menekankan, konsistensi berinvestasi memberikan hasil lebih kuat dibanding strategi keluar-masuk pasar.
“Seiring berjalannya waktu, tetap berinvestasi jauh lebih penting daripada mendapatkan waktu yang tepat,” tulis Fink dalam surat tahunan yang dirilis Senin. “Beberapa hari terkuat pasar terjadi di tengah berita utama yang paling meresahkan,” ujarnya seperti dikutip CNBC.
Ia mencontohkan kinerja dua dekade terakhir. Investasi di indeks S&P 500 tumbuh lebih dari delapan kali lipat. Namun, investor yang melewatkan 10 hari terbaik hanya meraih kurang dari setengah imbal hasil tersebut.
Pernyataan ini muncul saat pasar bergerak cepat dipengaruhi sentimen geopolitik, inflasi, dan perkembangan teknologi. Saham menguat setelah Presiden Donald Trump menyebut AS dan Iran telah berdialog dan menghentikan serangan ke infrastruktur energi Iran.
“Bahayanya adalah kita terlalu fokus pada kebisingan sehingga kita lupa apa yang sebenarnya penting,” tulis Fink. “Kekuatan di balik berita utama hari ini telah berkembang sejak lama. Model lama kapitalisme global sedang retak. Negara-negara menghabiskan sejumlah besar uang untuk menjadi mandiri dalam energi, pertahanan, dan teknologi.”
BlackRock mengelola aset sekitar US$14 triliun hingga akhir 2025. Fink juga menyoroti risiko ketimpangan akibat percepatan adopsi kecerdasan buatan. Menurut dia, distribusi keuntungan berpotensi kembali terkonsentrasi pada pemilik aset.
“Kekayaan besar yang tercipta selama beberapa generasi terakhir sebagian besar mengalir ke orang-orang yang sudah memiliki aset keuangan. Dan sekarang AI mengancam untuk mengulangi pola itu dalam skala yang lebih besar lagi,”.
Kenaikan pasar saham belakangan ini banyak ditopang perusahaan terkait AI, dengan imbal hasil terkonsentrasi pada sejumlah kecil emiten dan pemegang sahamnya.(DH)