Tekanan pada IHSG belum tuntas usai libur sepekan

Rabu, 25 Maret 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji area support hingga di 6.800 pada perdagangan pekan ini, setelah libur panjang sepekan menyambut peringatan Nyepi dan Lebaran 2026.

Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG diprediksi melemah dan menguji area 6.800-7.000, setelah ditutup menguat 1,20% ke level 7.106,84 pada perdagangan terakhir Selasa (17/2) pekan lalu.

Sementara analis CGS International Sekuritas Indonesia, menyebut pelemahan indeks Wall Street pada perdagangan Selasa (24/3) kemarin, jadi sentimen negatif bagi pasar. Namun aksi beli asing dan penguatan harga komoditas dinilai jadi sentimen positif.

“IHSG hari ini diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 7.000/6.920 dan resist 7.225/7.328,” jelas analis CGS International, dalam catatan yang disampaikan kepada investor hari ini.

Sedangkan analis BRI Danareksa Sekuritas Indonesia menyampaikan IHSG masih menghadapi tekanan, seiring ketidakpastian geopolitik yang belum reda. Meskipun di sisi lain, muncul wacana gencatan senjata dan penundaan serangan Amerika Serikat (AS) ke pusat energi Iran.

Analis BRI Danareksa juga menilai kondisi risk-off tetap dominan, sebagaimana tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, gas alam, serta pelemahan bursa saham di kawasan Asia.

“Dengan demikian, kami memproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan kisaran support pada 6.950–7.000 dan resistance pada 7.135–7.200,” jelas analis BRI Danareksa.

Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, indeks Dow Jones melemah 0,18% pada perdagangan Selasa kemarin. S&P 500 turun 0,37% dan FTSE 100 naik tipis 0,72%.

Indeks VIX yang menjadi acuan volatilitas di pasar global, naik 3,06% ke level 26,95. Sementara EIDO yang menjadi acuan ETF berisi saham-saham Indonesia dan diperdagangkan di pasar AS, naik 1,43%. (KR)