Tiga saham keluar suspensi, dari emiten tambang hingga tekstil
Rabu, 25 Maret 2026

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi perdagangan saham tiga emiten mulai Rabu (25/3) hari ini, sebagaimana diumumkan tepat di hari perdagangan terakhir pekan lalu.
Ketiga saham yang keluar dari suspensi perdagangan adalah PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA),dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
“Dibuka kembali mulai sesi I tanggal 25 Maret 2026,” jelas Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya.
Menurut data IDNFinancials.com, SSTM sebelumnya kena suspensi perdagangan setelah harga sahamnya turun 20% dalam sepekan. Namun pada pembukaan perdagangan hari ini, saham emiten yang bergerak di bidang tekstil ini dibuka melesat 20% ke level Rp600 per lembar.
Sementara harga saham TAMA melonjak lebih dari 50% dalam 2 pekan sebelum disuspensi. Harga sahamnya pada pembukaan perdagangan hari ini terpantau stagnan di Rp113 per lembar, karena diperdagangkan lewat mekanisme Full Call Auction (FCA).
Sedangkan harga saham IFSH melonjak lebih dari 100% sebelum disuspensi. Namun harga saham emiten tambang nikel ini terpantau stagnan di Rp3.250 per lembar pada pembukaan hari ini, karena diperdagangkan lewat mekanisme FCA.
Pemilik manfaat dari saham SSTM adalah Sundjono Suriadi, menurut laporan registrasi bulanan yang disampaikan ke BEI. Sementara pemilik manfaat dari saham TAMA adalah Alex Widjaja, serta pemilik manfaat dari IFSH adalah Fanni Susilo dan Oei Harry Fong Jaya. (KR)