MYOR catat penurunan laba 4,5% pada 2025, margin tertekan
Rabu, 25 Maret 2026

JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,86 triliun pada 2025. Realisasi tersebut turun 4,5% dibandingkan Rp3 triliun pada 2024.
Sejalan dengan penurunan tersebut, laba per saham (earnings per share/EPS) tercatat merosot menjadi sebesar Rp134,19.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, penjualan perseroan mencapai Rp38,68 triliun pada 2025, masih mampu naik 7,23%, didorong peningkatan kontributor utama, yaitu segmen makanan olahan dalam kemasan.
Penjualan pada segmen tersebut naik menjadi Rp24,14 triliun, meski segmen minuman olahan dalam kemasan merosot tipis menjadi Rp18,25 triliun.
Perseroan juga mencatat penjualan domestik meningkat 10,15% menjadi Rp22,83 triliun, diikuti penjualan ekspor yang ikut naik 3,33% menjadi Rp15,87 triliun.
Lebih rincinya, penjualan di Indonesia naik 10,11% menjadi Rp22,81 triliun, sedangkan penjualan di Asia meningkat 1,92% menjadi Rp14,66 triliun, dan penjualan ke pasar lainnya melonjak 24,20% menjadi Rp1,22 triliun.
Di sisi lain, beban pokok penjualan tercatat membengkak menjadi Rp30,18 triliun, menekan margin laba kotor dari 23% menjadi 22%.
Selain itu, berbagai pos beban lain juga meningkat, termasuk beban penjualan Rp3,88 triliun, beban umum dan administrasi Rp885,63 miliar, serta beban bunga Rp593,09 miliar.
Dari segi neraca, total aset MYOR meningkat 5,55% menjadi Rp31,37 triliun pada akhir 2025, didorong total liabilitas yang naik 3,09% menjadi Rp13,01 triliun, serta total ekuitas yang tumbuh 7,4% menjadi Rp18,36 triliun. (DH/ZH)