Reliance India borong 5 juta barel minyak Iran

Rabu, 25 Maret 2026

image

JAKARTA - Reliance Industries membeli 5 juta barel minyak mentah Iran setelah Amerika Serikat memberikan keringanan sanksi sementara. Tiga sumber menyebut transaksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah kebijakan tersebut diumumkan.

Dikutip reuters, dua sumber mengatakan Reliance memperoleh pasokan dari National Iranian Oil Co. (NIOC). Salah satu sumber menyebut harga pembelian mencapai premi sekitar US$7 per barel di atas ICE Brent. Jadwal pengiriman belum terungkap.

Selama beberapa tahun terakhir, kilang independen China mendominasi pembelian minyak Iran. Pelaku pasar kerap melabeli ulang asal minyak untuk menghindari pembatasan.

Reliance belum merespons permintaan komentar, sementara NIOC juga belum memberikan pernyataan. Pemerintahan Donald Trump sebelumnya mengeluarkan keringanan sanksi selama 30 hari untuk minyak Iran yang sudah berada di laut. Kebijakan ini mencakup minyak yang dimuat ke kapal, termasuk tanker yang masuk daftar sanksi, hingga 20 Maret dan dibongkar paling lambat 19 April.

Transaksi ini menandai kembalinya India ke pasar minyak Iran setelah menghentikan impor pada Mei 2019, menyusul penerapan kembali sanksi oleh Washington terhadap Teheran.

Langkah Reliance muncul setelah kilang-kilang India menyerap lebih dari 40 juta barel minyak Rusia. Pemerintah AS membuka ruang melalui keringanan sanksi sementara untuk meredakan tekanan pasokan global.

Sejumlah kilang Asia lain, termasuk perusahaan milik negara India, mulai mengkaji peluang pembelian minyak Iran. Namun, Sinopec memilih tidak masuk pasar tersebut, menurut pernyataan eksekutif senior perusahaan itu.(DH)