IHSG naik 2,75% didukung saham bank, rupiah berbalik melemah
Rabu, 25 Maret 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 2,75% atau 195,28 poin ke level 7.302,12 pada perdagangan awal pekan ini, setelah tutup selama sepekan bertepatan dengan Nyepi dan Lebaran 2026.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp25,92 triliun, melebihi rata-rata transaksi harian pekan lalu yang berada di kisaran Rp17 triliun per hari.
Saham-saham perbankan mencatat transaksi tertinggi, dipimpin PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatat transaksi sebesar Rp2,14 triliun. Sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berada di peringkat kedua dengan nilai transaksi Rp1,87 triliun, kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp1,32 triliun.
Harga saham BBCA ditutup menguat 1,85% ke Rp6.900 per lembar. BMRI naik 5,07% ke Rp4.970 per lembar dan BBRI naik 1,72% ke Rp3.540 per lembar.
Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berada dalam jajaran indeks saham dengan kinerja terbaik pada perdagangan hari ini, untuk wilayah emerging market Asia.
Indeks SET Thailand memimpin dengan kenaikan 3,36%, TWSE Taiwan naik 2,54%, dan NIFTY naik 1,83%.
Sementara dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah 0,08% atau 13,50 poin terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan bertahan di level Rp16.911. Rupiah sebelumnya sempat menguat di awal sesi perdagangan hari ini, dan menyentuh level tertingginya di Rp16.897 per dolar AS.
Mata uang emerging market Asia lainnya seperti peso Filipina juga melemah 0,27% terhadap dolar AS, baht Thailand turun 0,11%, dan rupee India turun 0,11%.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah brent turun 5,53% ke level US$98,71 per barel. Minyak mentah WTI turun 5,25% ke level US$87,50 per barel dan gas alam turun 1,33% ke US$2,90 per MMBTU.
Pasar logam mulia mencatat kenaikan harga emas spot 1,87% ke level US$4.559,16 per troi ons pada pembukaan sesi London, sedangkan kontrak berjangka untuk silver naik 5,36% ke US$73,3 per troi ons dan tembaga naik 1,59% ke US$554,2 per pon. (KR)