Laba CDIA melesat 218% pada 2025, bagikan dividen US$10 juta
Rabu, 25 Maret 2026

JAKARTA - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), bagian dari Chandra Asri Group (CDI Group) milik taipan Prajogo Pangestu, membukukan laba bersih sebesar US$127,8 juta sepanjang 2025, naik 281,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$31,4 juta.
Melonjaknya laba bersih CDIA ditopang kinerja pendapatan yang meningkat 44,8% menjadi US$148 juta pada 2025, dari US$102 juta pada tahun sebelumnya.
Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, menyampaikan bahwa 2025 menjadi tonggak bagi CDIA, seiring keberhasilan dalam transformasi menjadi perusahaan terbuka, dengan tetap mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid.
“Perseroan juga menetapkan dividen interim FY2025 sebesar US$10 juta, menegaskan komitmen memberikan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga struktur permodalan yang prudent untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujar Jonathan, dalam keterangan resmi yang disampaikan Rabu (25/3).
Sepanjang tahun 2025, CDIA memperkuat basis modal dan akses pendanaan melalui berbagai sumber terdiversifikasi.
CDIA menerima dukungan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, memanfaatkan dana hasil IPO pada Juli 2025, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional, termasuk dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), dan terbaru Bangkok Bank senilai US$100 juta.
Per 31 Desember 2025, CDIA memiliki liquidity pool sebesar US$803,3 juta. Hal ini dinilai ikut memperkuat fleksibilitas finansial untuk mendukung ekspansi di seluruh pilar bisnis.
Secara operasional, CDIA mempercepat pengembangan platform infrastruktur. Di bisnis logistik darat, perseroan mengakuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima), membangun kapabilitas cold chain, serta menambah 50 truk untuk memperluas cakupan layanan.
Infrastruktur gudang dan lahan diperkuat melalui akuisisi di Cilegon, sementara pembangunan tiga tangki bitumen dengan kapasitas total 12.000 m³ serta proyek strategis tangki penyimpanan dan pipa etilena didanai dari dana hasil IPO.
Di logistik maritim, CDIA melanjutkan pembangunan dua kapal kimia berkapasitas 9.000 DWT dan meningkatkan kepemilikan di CSI dan MIM hingga 99,99%.
Di sektor energi, CDIA telah memiliki kapasitas pembangkit listrik tenaga surya sebesar 11 MWp.
“Berlandaskan fondasi yang telah dibangun pada FY2025, kami tetap fokus pada ekspansi disiplin, keunggulan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” jelas Jonathan. (DK/KR)