OPEC+ diprediksi akan pertahankan kuota produksi
Rabu, 26 November 2025

JAKARTA - OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan level produksi minyak pada pertemuan hari Minggu, sementara diskusi akan beralih pada isu kapasitas produksi aktual yang dapat digunakan sebagai acuan kebijakan di masa depan, menurut tiga sumber OPEC+.OPEC+, yang mencakup negara-negara OPEC dan sekutu seperti Rusia dan menyuplai sekitar setengah pasokan minyak dunia, telah selama bertahun-tahun membahas angka kapasitas produksi yang menjadi dasar penetapan target produksi setiap anggota.Seperti dikutip reuters.com, Rabu (26/11), pada pertemuan Minggu nanti, para menteri diperkirakan membahas mekanisme penilaian kapasitas maksimum suatu negara untuk dijadikan referensi baseline produksi 2027, kata sumber tersebut.Kelompok ini masih kesulitan menemukan titik temu, terutama dengan anggota seperti Nigeria yang ingin kuota lebih tinggi meski kapasitas cadangan mereka terbatas menurut penilaian lembaga seperti IEA. Sebaliknya, Uni Emirat Arab memiliki kapasitas cadangan besar setelah mendapat kenaikan kecil pada kuota tahun ini.Angola sendiri keluar dari OPEC+ pada 2024 karena perselisihan terkait target produksi. Perubahan kuota apa pun pada hari Minggu harus mendapat persetujuan seluruh anggota, kata salah satu sumber.OPEC+ sebelumnya menurunkan produksi selama beberapa tahun hingga April, ketika delapan anggota mulai menaikkan output untuk memulihkan pangsa pasar.Pemangkasan produksi mencapai puncaknya pada Maret, yakni 5,85 juta barel per hari atau hampir 6% dari pasokan global.Delapan anggota tersebut kemudian menaikkan target produksi sekitar 2,9 juta bph dari April hingga Desember.Pada pertemuan November, mereka menghentikan sementara rencana kenaikan untuk kuartal pertama karena kekhawatiran potensi kelebihan pasokan.Menurut ketiga sumber, OPEC+ hampir pasti tidak akan mengubah kebijakan produksi kuartal pertama atau meninjau ulang level produksi 2026 yang telah disepakati pada pertemuan Mei. (DK)