Bisnis digital bawa untung, laba EMTK melonjak 4,6 kali lipat

Kamis, 26 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), atau yang lebih dikenal dengan Grup Emtek, membukukan laba bersih melonjak hingga 4,6 kali lipat di tahun 2025, naik 361,8% secara tahunan menjadi Rp6,8 triliun.

Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan pesat pendapatan Perseroan hingga 56,3% menjadi Rp19,1 triliun per akhir Desember 2025, didukung oleh lima segmen bisnisnya.

Segmen bisnis media yang digawangi PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), operator kanal SCTV dan Indosiar, masih menjadi kontributor utama pendapatan EMTK, menyumbang hingga Rp6,9 triliun.

Meski kontribusinya menurun dari Rp7,1 triliun per Desember 2024, segmen bisnis lain berkembang pesat. Misalnya, produk dan jasa digital membukukan pendapatan Rp5,6 triliun pada 2025.

Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, lengan bisnis digital Grup Emtek, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), memang membukukan kinerja yang memuaskan.

BUKA berhasil membukukan laba perdana Rp3,1 triliun, dengan pendapatan mencapai Rp6,5 triliun di 2025.

Kontribusi segmen jasa pendukung penerbangan, melalui CAS Group, juga melambung menjadi Rp3,3 triliun.

Capaian ini diikuti segmen kesehatan – melalui PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk (SAME) – dengan kontribusi Rp2,6 triliun, dan segmen lainnya Rp758,6 miliar.

Namun, beban pokok pendapatan juga membengkak 72,2%, membuat margin laba kotor merosot dari 33,2% menjadi 26,4%.

Namun, pendapatan lain-lain, termasuk dari pendapatan keuangan dan investasi, serta bagian laba dari entitas asosiasi dan akuisisi, mendongkrak kinerja laba.

Salah satu pendorongnya adalah kinerja bank digital Grup Emtek, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang mencetak laba pertama sebesar Rp99,7 miliar, dengan pendapatan bunga bersih yang tumbuh hingga 159% menjadi Rp1,6 triliun.

Alhasil, margin laba bersih berhasil melesat, dari 12% menjadi 35,5%.

Dari segi neraca keuangan, total aset EMTK bertumbuh 32,1% menjadi Rp60,8 triliun, yang berdasarkan keterangan Perseroan, “disebabkan akuisisi entitas anak (BUKA) pada tanggal 26 Februari 2025 lalu.” (ZH)