Ada potensi Perang Iran mereda, minyak sawit melemah di bawah MYR4.500
Kamis, 26 Maret 2026

JAKARTA - Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia mengalami penurunan, di bawah MYR4.500 per ton pada pada Rabu (25/3) melemah untuk sesi kedua berturut-turut seiring penguatan ringgit dan penurunan harga minyak nabati di Dalian dan Chicago yang menekan sentimen pasar.
Menurut data pasar, hingga pukul 15.46 WIB, kontrak berjangka (futures) CPO di Bursa Malaysia Derivatives merosot 1,19 persen ke posisi 4.483 ringgit Malaysia per ton.
Seperti dikutip Trading Economics, harga minyak mentah juga turun tajam akibat munculnya tanda-tanda potensi gencatan senjata di Timur Tengah, yang mengurangi dukungan permintaan terkait biodiesel.
Pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis estimasi ekspor untuk 25 hari pertama Maret yang dijadwalkan keluar hari ini, dengan permintaan diperkirakan melambat setelah periode libur Idulfitri.
Di India sebagai pembeli utama, kilang dilaporkan mengurangi pembelian minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari. Mereka menilai reli harga akibat konflik hanya bersifat sementara dan berencana mengisi kembali stok setelah ketegangan mereda.
Impor minyak sawit India pada Maret diperkirakan sekitar 680.000 ton, turun dari 847.689 ton pada Februari.
Meski demikian, penurunan harga tertahan oleh ekspektasi bahwa Indonesia, sebagai pemasok terbesar dunia, berpotensi menaikkan pajak ekspor pada April serta mempercepat implementasi mandatori biodiesel B50. (DK)