Cetak sejarah, penjualan mobil China kudeta takhta Jepang

Kamis, 26 Maret 2026

image

TOKYO  – Lanskap industri otomotif global resmi memasuki era baru setelah deretan pabrikan mobil asal China berhasil menggulingkan dominasi pabrikan Jepang dalam total penjualan kendaraan di seluruh dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Berdasarkan laporan data terbaru, total penjualan global oleh produsen mobil Jepang tercatat merosot tipis menjadi sekitar 25 juta unit sepanjang tahun 2025. Penurunan ini secara otomatis memaksa Jepang untuk menyerahkan takhta posisi puncak industri otomotif yang telah mereka genggam erat tak terkalahkan sejak tahun 2000.

Sebaliknya, berekspansinya manuver produsen mobil China sukses mencatatkan angka penjualan global hingga menyentuh hampir 27 juta unit pada tahun lalu, melesat menduduki peringkat pertama di dunia.

Seperti dikutip Xinhua (23/03/2026), kesimpulan historis ini ditarik berdasarkan akumulasi data yang dirilis oleh para produsen mobil utama serta riset mendalam yang dilakukan oleh platform data otomotif MarkLines yang kemudian dipublikasikan oleh Nikkei.

Pergeseran kekuatan ini tercermin sangat jelas pada peringkat perusahaan secara individu, di mana raksasa otomotif BYD berhasil menyalip Ford untuk menempati peringkat keenam secara global pada 2025.

Di saat yang bersamaan, jenama Geely juga sukses melakukan manuver serupa dengan melampaui raksasa Honda guna mengamankan posisi kedelapan di pasar otomotif dunia.

Agresi penetrasi Tiongkok di pasar global semakin tak terbendung dengan masuknya enam pabrikan mobil China ke dalam daftar 20 besar peringkat global. Barisan tersebut mencakup merek-merek raksasa seperti CheryChangan AutomobileSAIC Motor, dan Great Wall Motors, yang secara total kini mengalahkan perwakilan Jepang yang hanya menyisakan lima perusahaan di daftar elite tersebut.

Tidak hanya mendominasi pasar kendaraan konvensional, pada segmen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), BYD juga telah resmi menyalip Tesla untuk menahbiskan diri sebagai penjual EV terkemuka nomor satu di dunia.

Menanggapi kejatuhan dominasi negaranya, Tang Jin, seorang peneliti senior di Mizuho Bank Jepang sekaligus pakar sektor otomotif, menekankan bahwa kebangkitan China ini bukanlah sekadar perubahan peringkat biasa.

Pergeseran ini merupakan sinyal nyata dari restrukturisasi lanskap otomotif global yang didorong kuat oleh keunggulan mutlak China dalam hal teknologi canggih (advanced technology), efisiensi biaya (cost efficiency), serta siklus penelitian dan pengembangan (research and development) yang sangat cepat.

Menghadapi realitas baru ini, Tang memperingatkan bahwa Jepang kini harus segera menilai ulang secara total strategi mereka dalam elektrifikasi kendaraan dan posisi pasar global guna merespons dinamika persaingan yang kian berevolusi. (SF)