Kompetitor melambat,Toyota justru kebut bikin mobil listrik, kenapa?

Kamis, 26 Maret 2026

image

JAKARTA - Toyota mempercepat pengembangan kendaraan listrik di tengah langkah sejumlah produsen mobil global yang justru mengurangi proyek EV.

Dikutip USAtoday, pabrikan asal Jepang itu mengumumkan tiga model listrik baru dan memberikan diskon untuk SUV crossover listrik bZ. Pada 2027, Toyota menargetkan memiliki tujuh model kendaraan listrik berbasis baterai dari merek utamanya dan divisi mewah Lexus, termasuk SUV listrik penuh Toyota Highlander EV.

Cox Automotive memperkirakan hanya Mercedes-Benz yang mendekati jumlah tersebut dengan enam model EV. Sementara BMW dan Cadillac masing-masing memiliki empat model.

"Toyota berakselerasi ketika sebagian besar melambat," kata Stephanie Valdez Streaty, Direktur Industry Insights Cox Automotive.

"BZ adalah EV terlaris #3" tahun ini hingga akhir Februari 2026," ujarnya.

Langkah ini berbanding terbalik dengan posisi Toyota yang sebelumnya dikritik sebagai tertinggal dalam pengembangan EV hingga 2025.

Toyota menyatakan strategi tersebut mengikuti permintaan pasar. “Kami mencari apa yang masuk akal bagi pelanggan dan jajaran produk kami,” kata Julia Rege, Manajer Umum Regulasi Lingkungan dan Riset Toyota.

"Toyota sangat terkenal dengan strategi multi-jalur yang merupakan pendekatan portofolio di mana kami melakukan peningkatan pada mesin bensin kami, menyediakan kendaraan listrik hibrida, kendaraan listrik hibrida plug-in, kendaraan listrik baterai, serta kendaraan listrik sel bahan bakar," lanjutnya. "Sejujurnya, strategi terbaik adalah memastikan bahwa Anda menjual apa yang diinginkan pelanggan Anda dan bersiap untuk masa depan sesuai dengan keinginan pelanggan."

Manajemen menegaskan tidak ada perubahan arah besar dalam strategi perusahaan. "Kami tidak banyak berubah" dan "beberapa pesaing kami mengejar pendulum yang berayun maju mundur," kata Rick Gezelle, manajer senior program keinginan dan urusan regulasi.

"Kami tidak mengubah rencana yang sudah kami buat, yang beberapa tahun lalu tidak terlalu populer," lanjutnya. "Tapi, Anda tahu, sekarang ceritanya berbeda. Saya rasa konsistensi adalah kuncinya." Kelompok lingkungan menilai langkah Toyota belum tentu mencerminkan komitmen penuh terhadap transisi EV.

"Apakah pengumuman ini menunjukkan bahwa Toyota serius dengan transisi kendaraan listrik, ataukah ini hanya upaya untuk menciptakan siklus media yang positif?" kata Adam Zuckerman dari Program Iklim Public Citizen.

 "Jika Toyota serius dengan kendaraan listrik, mereka perlu menunjukkannya dengan mengakhiri lobi anti-iklim dan dukungan mereka terhadap para penyangkal perubahan iklim," tegasnya. "Ini adalah kesempatan bagi Toyota untuk memanfaatkan pasar kendaraan listrik Amerika yang sedang berkembang dan beralih dari negara yang tertinggal dalam industri kendaraan listrik menjadi pemimpin dalam industri kendaraan listrik."

 Di sisi lain, sejumlah produsen mobil mengurangi eksposur terhadap EV. Ford berencana mengubah Ford F-150 Lightning menjadi Extended Range Electric Vehicle (EREV). Honda membatalkan tiga proyek EV untuk pasar Amerika Serikat, termasuk Honda 0 SUV, Honda 0 Saloon, dan Acura RS. Produsen mobil mewah Lamborghini dan Rolls-Royce juga menghentikan rencana mobil listrik penuh dalam waktu dekat.

Sementara itu, Tesla akan menghentikan produksi Tesla Model S dan Tesla Model X, dan mengalihkan fokus ke pengembangan robot, menurut CEO Elon Musk.(DH)