Tiga tahun merugi, TPIA akhirnya cetak laba US$1,1 miliar

Kamis, 26 Maret 2026

image

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan holding Chandra Asri Group milik Prajogo Pangestu, akhirnya membukukan laba bersih US$1,1 miliar pada tahun 2025, membalik posisi rugi bersih US$68,6 juta per akhir 2024 lalu.

Pendapatan TPIA tercatat menyentuh US$7 miliar, meroket 3,9 kali lebih tinggi dari US$1,8 miliar pada tahun 2024, didukung kinerja ekspor energi dan kimia.

TPIA berhasil mencatatkan pendapatan perdana dari penjualan energi ke luar negeri pada tahun 2025 sebesar US$3,65 miliar. Selain itu, penjualan kimia ke luar negeri juga melonjak 5 kali lipat menjadi US$1,7 miliar.

TPIA juga membukukan pertumbuhan pendapatan pada segmen infrastruktur, yang digawangi anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Kontribusi segmen ini naik 35,4% menjadi US$121,2 juta.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, CDIA sendiri berhasil membukukan laba bersih tumbuh 281,7% pada tahun 2025, ditopang pendapatan yang melesat 44,8%.

Namun, merujuk pada laporan keuangan, beban TPIA sebenarnya turut membengkak, dan akan membebani kinerja laba jika tidak diimbangi oleh keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar US$1,9 miliar.

Sebagai catatan, TPIA memang telah banyak melancarkan aksi akuisisi aset strategis di bidang kimia dan energi sepanjang 2025.

Misalnya, TPIA mengakuisisi aset Chevron Phillips Singapore Chemicals (CPSC), operator fasilitas high-density polyethylene (HDPE) di Pulau Jurong—yang kini disebut Aster Polymer Solutions (APS), pada Agustus 2025 lalu.

Selain itu, di bidang energi, TPIA juga mengakuisisi Shell Energy & Chemicals Park bersama Glencore pada April 2025, secara efektif menjadi pengelola kilang minyak dan petrokimia, dan kini dikenal dengan Aster Chemicals and Energy (ACE).

Sebagai catatan, TPIA juga baru saja resmi mengakuisisi jaringan SPBU Esso dari ExxonMobil pada awal 2026 lalu.

“Kami memasuki tahun 2026 dengan momentum yang kuat, didukung oleh kinerja operasional yang solid serta kontribusi awal dari berbagai inisiatif strategis terbaru,” ujar Andre Khor, Group Chief Financial Officer (CFO) TPIA.

Ke depannya, selain pabrik CA-EDC yang dipersiapkan untuk beroperasi komersial pada kuartal I 2027 mendatang, TPIA juga bersiap merampungkan rejuvenasi condensate splitter unit (CSU) 70.000 barel per hari (bph) di Pulau Bukom pada semester II 2026.

TPIA juga akan melancarkan ekspansi infrastruktur fasilitas Chandra Asri Group di Cilegon, Banten, sepanjang 2026-2027. (ZH)